Banner hut oku

Xteink X3, E-Reader Mini 58 Gram yang Bisa Ditempel di HP: Worth It Dibeli?

Xteink X3, E-Reader Mini 58 Gram yang Bisa Ditempel di HP: Worth It Dibeli?

Xteink X3 (Foto istimewa)--

OKES.NEWS - Kalau kamu pernah ingin baca buku di mana saja tapi malas bawa tablet atau e-reader yang gede, Xteink X3 ini bisa jadi jawabannya. Perangkat E Ink mungil ini bisa ditempel di bagian belakang HP lewat magnet. Tapi sebelum buru-buru checkout, ada beberapa fakta yang jarang dibahas di artikel lain, mulai dari klaim baterai yang saling bertentangan sampai soal buku berbayar yang belum tentu bisa dibuka.

Apa Itu Xteink X3? Pengertian Singkat E-Reader Mini Magnetik

Xteink X3 adalah e-reader E Ink mandiri berukuran 3,7 inci dengan bobot sekitar 58 gram dan ketebalan hanya 5,1 mm. Harganya saat ini US$69 (sekitar Rp1,1 jutaan sebelum ongkir dan pajak), turun dari harga normal US$79, per 27 Oktober 2026.

Banyak orang salah paham di sini. X3 bukan layar kedua untuk HP, jadi tidak perlu terus menempel di ponsel supaya berfungsi. Magnet di punggungnya cuma cara praktis untuk membawanya. Menurut saya, ini justru poin paling cerdas dari X3: ia menjawab alasan klasik kenapa orang malas membaca buku di mana-mana, yaitu repot membawanya.

Spesifikasi Xteink X3 yang Perlu Kamu Tahu

Layarnya punya kerapatan 259 PPI, dan reviewer menilai kontras serta ketajamannya sedikit lebih baik dari X4 generasi sebelumnya. Navigasinya lewat tombol fisik, ada juga fitur gyroscope untuk ganti halaman dengan goyang atau miring. Tidak ada layar sentuh, tidak ada lampu bawaan, dan pengisian dayanya pakai kabel pogo-pin magnetik, bukan USB-C. Penyimpanannya memakai microSD 16GB bawaan yang bisa diganti sampai 256GB. Format yang didukung EPUB dan TXT, plus gambar JPG dan BMP. Konektivitasnya Wi-Fi 2,4GHz dan Bluetooth, ditambah NFC untuk simulasi kartu akses yang tidak terenkripsi.

Kelebihan Xteink X3: Kenapa E-Reader Sekecil Ini Bikin Penasaran

Kelebihan utamanya jelas: ukuran. Dengan dimensi sekitar 97,6 × 63,7 mm, X3 muat di saku celana, tas kecil, atau tempel di belakang casing HP. Menurut pandangan saya, perangkat seperti ini cocok untuk orang yang sering baca di perjalanan, misalnya naik KRL, menunggu antrean, atau di sela jam kuliah dan kerja. Buku fisik terasa terlalu besar untuk itu, sementara baca di HP sering berujung buka notifikasi dan lupa bukunya.

Soal kualitas layar, jangan bayangkan sensasi layar besar. Hasil review menyebut teks biasa tetap nyaman dibaca, tapi pengaturan ukuran font jadi sangat penting. Buat novel atau artikel panjang yang isinya teks saja, ukurannya masih masuk akal. Buat buku bergambar atau dokumen besar, ini bukan pilihan tepat.

Kekurangan Xteink X3: Software Bawaan Jadi Titik Lemah Terbesar

Di sinilah banyak calon pembeli kecewa kalau tidak riset dulu. Hardware-nya dipuji, tetapi software bawaannya dapat kritik. Reviewer dari The eBook Reader menyebut firmware bawaan sangat bermasalah di bug, sementara ulasan The Atlantic mengeluhkan format buku dan tampilan sampul. Itu catatan saat pengujian, jadi belum tentu semua masalahnya masih sama di firmware terbaru.

Bisa Baca Buku Kindle atau Libby di Xteink X3?

Jawaban singkatnya: tidak langsung. X3 bukan tablet Android dan sistem bawaannya tidak mendukung aplikasi pihak ketiga, jadi kamu tidak bisa memasang Kindle lalu login. Buku berproteksi DRM juga tidak didukung di firmware bawaan. Praktisnya, yang paling aman adalah file EPUB atau TXT tanpa DRM. Perlu dicatat, The Atlantic melaporkan firmware komunitas CrossPoint sudah menambahkan cara mengakses buku Libby, tapi itu bukan berarti aplikasinya berjalan di X3. Kalau kamu bergantung pada toko buku tertentu, cek dulu kompatibilitasnya sebelum beli.

Apa Itu CrossPoint dan Apakah Aman Dipakai?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: