Banner hut oku

IINE Gamebrick Mini: Controller Retro Sekecil Jempol, Ternyata Bisa Jadi Remote, Keyboard, dan Mouse Sekaligus

IINE Gamebrick Mini: Controller Retro Sekecil Jempol, Ternyata Bisa Jadi Remote, Keyboard, dan Mouse Sekaligus

IINE Gamebrick Mini Retro Controller (Foto istimewa)--

OKES.NEWS - Pernah kepikiran punya controller NES yang muat di sela jari dan bisa ditaruh di saku celana? Kedengarannya seperti lelucon 1 April, tapi IINE Gamebrick Mini Retro controller memang nyata. Harga resminya US$19,99, atau kira-kira Rp300 ribuan sebelum ongkir dan pajak, dan menariknya, benda mungil ini tidak cuma jualan nostalgia.

Apa Itu IINE Gamebrick Mini Retro Controller?

Sederhananya, Gamebrick Mini adalah controller Bluetooth berukuran mini dengan tampilan ala NES. Ukurannya sekitar 49 × 17 × 34 mm dengan bobot sekitar 20,7 gram, jadi lebih ringan dari beberapa koin logam yang Anda simpan di dompet. Tersedia dua varian warna, yaitu Classic Grey (L1161) dan Retro Red (L1162).

Yang membuat produk ini berbeda dari controller mini kebanyakan adalah posisinya. IINE tidak menjualnya sebagai pengganti stik Xbox atau PlayStation. Ini lebih tepat disebut remote multifungsi yang kebetulan bisa dipakai main game. Di badannya hanya ada D-pad, tombol A dan B, tombol pairing, serta saklar mode. Tidak ada Start dan Select, dan ini poin penting yang sering luput dibahas.

Fitur Utama: Satu Saklar, Enam Mode Berbeda

Bagian paling menarik ada di saklar belakang dengan tiga posisi: T, C, dan H. Masing-masing posisi punya mode bawaan dan mode alternatif yang bisa dipindah dengan menekan tombol Pairing bersamaan dengan tombol A. Jadi, total ada enam mode dari satu perangkat kecil.

Mode T: Touch dan Multimedia untuk Scroll Video Pendek

Di posisi T, controller ini berubah jadi remote. Mode bawaannya adalah Touch yang muncul di Bluetooth dengan nama IINE-Control, sedangkan mode alternatifnya adalah Multimedia dengan nama IINE-phone. Di mode multimedia, tombol kiri dan kanan berfungsi untuk pindah lagu, atas dan bawah untuk volume, dan A untuk play atau pause. Ada juga fungsi shutter kamera lewat tombol bawah. IINE bahkan menyediakan tutorial untuk TikTok dan YouTube Shorts, jadi jelas sasarannya termasuk Anda yang suka scroll video sambil rebahan tanpa mau menyentuh layar.

Mode C: Gamepad dengan Nama Xbox Wireless Controller

Posisi C adalah mode gamepad. Mode bawaannya muncul sebagai Xbox Wireless Controller, dan IINE merekomendasikannya sebagai pengaturan paling kompatibel. Kalau game tidak mendeteksinya, mode alternatif bernama Wireless Controller bisa dicoba, tapi menurut panduan resmi mode ini terutama ditujukan untuk Android. Satu catatan: nama Xbox di daftar Bluetooth hanyalah identitas perangkat, bukan jaminan bisa dipakai di konsol Xbox.

Mode H: Keyboard dan Mouse untuk Presentasi dan Shortcut

Di posisi H, controller ini bisa menjadi keyboard (IINE-keyboard) atau mouse (IINE-mouse). Pada mode keyboard, D-pad mewakili tombol panah, sementara A dan B mewakili huruf A dan B. Pada mode mouse, D-pad menggerakkan kursor, A jadi klik kiri, dan B klik kanan. IINE juga menyebut aplikasi pendampingnya bisa memetakan tombol, misalnya Ctrl + V, jadi secara teori ini bisa berfungsi sebagai remote presentasi atau tombol pintas kecil di meja kerja.

Seberapa Enak Dipakai Main Game? Ini Kata Pengalaman Langsung Reviewer

Saya sendiri belum memegang unit ini, jadi untuk soal rasa saya merujuk pada pengalaman hands-on yang sudah dipublikasikan. Phil Hayton dari GamesRadar menulis bahwa D-pad dan tombol cekungnya terasa mengejutkan mirip controller NES asli, padahal ukurannya jauh lebih kecil. Ia menilai paling cocok untuk game ringan dan banyak menu seperti Pokémon, bukan game aksi yang menuntut gerakan cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: