SHARGE Disk Pro 2: Hub Mungil dengan Kipas Pendingin
SHARGE Disk Pro 2 (Foto howtogeek)--
OKES.NEWS - Pernah nggak, kamu lagi transfer file gede dari SSD eksternal, terus SSD-nya panas banget sampai kecepatannya anjlok? Masalah klasik ini yang mau dijawab SHARGE Disk Pro 2. Perangkat ini gabungan hub USB-C, casing SSD NVMe yang bisa kamu ganti sendiri, dan kipas aktif, semuanya dalam bodi sekitar 92,6 × 59,2 × 13,5 mm. Kalau dibandingkan, luas permukaannya kira-kira seukuran kartu remi, cuma lebih tebal.
Apa Itu SHARGE Disk Pro 2 dan Fungsinya?
Disk Pro 2 punya tiga peran sekaligus. Pertama, enclosure SSD: kamu pasang sendiri SSD M.2 NVMe ukuran 2230, 2242, atau 2280, dengan kapasitas sampai 8TB. Kedua, hub enam port: dua USB-C, satu USB-A, HDMI, SD, dan microSD. Ketiga, pendingin aktif dengan kipas hingga 12.000 RPM dan tiga mode (Auto, Turbo, Off).
Satu hal yang sering salah paham: kipas ini mendinginkan SSD di dalamnya, bukan HP atau laptop yang tersambung. Perangkat ini juga bukan wireless charger. Magnetnya untuk menempel, sedangkan pengisian daya tetap lewat kabel USB-C (input hingga 100W, output 80W).
Disk Pro 2 Lite vs Ultra: Pilih yang Mana?
Dari spesifikasi resmi, Lite dibanderol US$73,90 dan Ultra US$89,90. Selisih US$16 itu membeli HDMI sampai 4K/144Hz atau 8K/30Hz (Lite maksimal 4K/60Hz), pembaca kartu lebih kencang (baca 180MB/s vs 100MB/s), dan konsumsi daya minimum lebih rendah, yaitu 1,5W versus 5W.
Menurut saya, poin terakhir justru yang paling penting. Konsumsi daya rendah bikin Ultra lebih masuk akal buat dipakai langsung ke iPhone atau HP Android tanpa colokan listrik tambahan. Jadi kalau kamu kreator konten yang sering kerja dari HP, Ultra lebih menjanjikan. Kalau cuma dipakai di laptop yang sudah dicolok charger, Lite sudah cukup. Catatan: ini penilaian dari spesifikasi di atas kertas, bukan hasil uji langsung. Ada juga inkonsistensi data, karena halaman kampanye lama menulis konsumsi Lite 4W, sedangkan FAQ resmi sekarang menulis 5W.
Kecepatan Transfer dan Klaim Pendinginan: Seberapa Bisa Dipercaya?
SHARGE mengklaim kecepatan hingga 1.050MB/s lewat USB 3.2 Gen 2 (10Gbps), dengan contoh 100 foto dalam 5,5 detik. Perlu dibedakan: 10Gbps itu kecepatan antarmuka, sedangkan 1.050MB/s itu hasil transfer penyimpanan. Pembaca kartu jauh lebih lambat.
Soal pendinginan, SHARGE bilang SSD bisa dijaga di bawah 45°C dengan penurunan suhu lebih dari 30°C. Sayangnya, suhu ruangan, merek SSD, dan beban kerja pengujiannya tidak dijelaskan, jadi angka ini belum bisa digeneralisasi. Ada juga kejanggalan penulisan: satu halaman menulis “30%”, bukan 30°C, dan konversi “30°C / 86°F” mencampur suhu absolut dengan selisih suhu. Intinya, konsepnya jelas, buktinya masih menunggu uji independen.
Cara Pasang SSD dan Hal yang Perlu Dicek Sebelum Beli
Disk Pro 2 dijual tanpa SSD. Kamu buka casing dengan obeng Torx (sudah termasuk di kotak), pasang SSD, lalu kunci lagi. Tapi cek dulu: SSD dua sisi atau yang punya heatsink permanen berpotensi tidak muat. Untuk HP atau action cam, pilih SSD hemat daya, kira-kira di bawah 3W. Ingat, ini mendukung NVMe, bukan SATA M.2.
Harga Disk Pro 2 dan Beli dari Indonesia
Di toko resmi, Lite Standard US$73,90 dan Ultra Standard US$89,90, dengan bundel lain (Essential, Explorer, Nomad) yang menambah casing silikon, power bank, atau charger 65W. Ongkir ke “Rest of Asia” tertera US$19 dengan estimasi 10–15 hari kerja. Indonesia tidak disebut khusus, jadi konfirmasi saat checkout. Total sementara: sekitar US$92,90 (Lite) dan US$108,90 (Ultra), belum termasuk SSD, bea masuk, dan biaya konversi kartu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
