APS penduduk berusia 7-12 tahun dan 13-15 tahun masing-masing sebesar 99 persen dan 95,54 persen.
BACA JUGA: Kambing yang Kekurangan Kalsium
Sedangkan APS penduduk berumur 16-18 tahun masih sekitar 78,82 persen.
APS penduduk usia 7-15 tahun di OKU menunjukkan lebih dari 95 persen penduduk kelompok umur tersebut yang bersekolah.
Sedangkan partisipasi sekolah penduduk berumur 16-18 tahun lebih rendah.
Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak remaja di Kabupaten OKU yang belum mendapatkan akses ke pendidikan tinggi.
BACA JUGA: Indonesia ‘Belum Merdeka’ PMK
Masa remaja merupakan masa transisi bagi seseorang sebelum memasuki dunia yang lebih luas, terutama dunia kerja.
Oleh karena itu, mempersiapkan remaja sebagai sumber daya manusia masa depan merupakan hal penting mengingat persaingan dunia kerja yang semakin selektif.
Berdasarkan data BPS, dimana sebesar 56,6 persen pengangguran di Kabupaten OKU pada 2021 merupakan lulusan SMA/sederajat.
Sedangkan 30,1 persennya adalah lulusan SMP/sederajat ke bawah.
BACA JUGA: Sektor Pertanian: Penopang Ekonomi, Penyerap Tenaga Kerja
Hal ini menunjukkan persaingan di dunia kerja menuntut pencari kerja memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni.
Persoalan pendidikan yang berpengaruh pada daya saing di dunia kerja tidak dapat dipandang sebelah mata.
Apalagi, remaja adalah cikal bakal pemimpin. Setidaknya 5-10 tahun kemudian, para remaja ini akan menjadi sumber daya untuk menggerakkan roda perekonomian.
Maka, sejatinya berbagai program beasiswa dapat digelontorkan pemerintah untuk meningkatkan kapasistas remaja sebagai future leader yang lebih berkualitas.