Mahasiswa semester akhir ini mengungkapkan, untuk perbaikan badan jalan di depan, sebaiknya dilakukan pembongkaran dan dibuat ulang. Karena, bisa jadi timbunan aspal sudah cukup banyak.
“Entah sudah berapa kali ditambal, tapi masalah hanya selesai sebentar. Kemudian rusak lagi. Coba dibongkar nian, terus bikin ulang, “ ungkapnya.
Dirinya menduga, jalan raya nasional itu dibikin di atas tanah lembut. Sebab, kerusakannya sangat mudah terjadi. Hal ini dia bandingkan dengan jalan lain di jalur yang sama.
“Kalau tanah di bawah jalan itu tanah keras, jalan tidak akan mudah rusak. Ini menurut pelajaran saya di kampus, “ tambah mahasiswa Fakultas Tehnik di pulau Jawa ini. *