
Pembangunan ibukota negara akan menciptakan struktur ekonomi yang kuat di Kalimantan Timur yang dapat dibandingkan dengan negara-negara maju dan akan mempercepat pertumbuhan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia menjadi setara dengan negara-negara berpenghasilan tinggi.
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Suharso Monoarfa memastikan pembangunan istana kepresidenan di ibu kota negara akan dimulai tahun ini sesuai rencana induk IKN.
Dengan perhitungan yang matang terkait tujuan program vaksinasi dan pencapaian herd immunity, Kementerian PPN/Bappenas optimis pembangunan Istana Negara dapat dimulai tahun ini dan selesai pada 2024.
“Kami optimistis, semoga tahun ini istana presiden ada gebrakan. Pada 17 Agustus 2024, Presiden dapat menjadikan 17 Agustus di ibu kota negara yang baru,” kata Menteri Suharso dalam rapat kerja bersama Komisi XI yang digelar di gedung DPR RI, Rabu (17/3).
Untuk pembangunan Istana Negara, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengkoordinasikan dokumen Rencana Tata Ruang Ibukota Nasional dan Rancangan Perkotaan Ibu Kota Nasional.
Deputi Pembangunan Daerah Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan, desain Istana Negara saat ini memasuki tahap ide awal untuk proses lanjutan.
“Rancangan Istana Negara Ibu Kota Negara yang baru berbentuk Garuda ini merupakan rancangan dari firma arsitektur Nuart, milik Nyoman Nuarta.
Usulan tersebut sepertinya merupakan ide awal yang dapat diperdalam dan didiskusikan dengan para ahli di bidang arsitektur dan desainer,” ujar Deputi Rudy. (*)