Pencegahan melalui edukasi dan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dapat menjadi langkah efektif dalam mengurangi kasus leptospirosis di Indonesia, terutama di wilayah yang sering terjadi banjir dan memiliki populasi tikus yang tinggi.
BACA JUGA:Hujan Lebat di Baturaja, BPBD OKU Berharap Dapat Memadamkan Api dan Membantu Pasokan Air
Oleh karena itu, pemerintah dan instansi terkait perlu meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan cara pencegahan leptospirosis.
Pengawasan dan pengendalian populasi tikus juga harus menjadi prioritas, bersama dengan peningkatan infrastruktur sanitasi dan drainase untuk mengurangi risiko banjir yang dapat menyebabkan penyebaran bakteri Leptospira.
Dengan upaya bersama antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kasus leptospirosis di Indonesia dapat dikendalikan dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang berdampak pada kesehatan masyarakat.(*)