BACA JUGA:Polisi Keturunan Nabi yang Suka Silaturahmi dan Sering Diikuti untuk Disalami
Kisah keislaman Utsman bin Affan dimulai dengan keputusannya yang tegas untuk memeluk Islam.
Meskipun dihadapkan pada ancaman dan tekanan dari keluarganya yang kaya dan berpengaruh.
Bahkan ketika dipaksa untuk meninggalkan agama yang dipeluknya, ia tidak pernah goyah dalam keyakinannya.
Setelah keluarganya mengetahui bahwa dia menjadi muslim, pamannya, Hakam bin Abul Ash bin Umayyah, menangkapnya dan mengikatnya dengan tali, lalu bertanya.
"Apakah kamu membenci agama nenek moyangmu dan lebih suka pada agama baru tersebut? Demi Allah, aku tidak akan melepaskan ikatanmu selamanya, jika kau tidak kembali ke agama nenek moyangmu"
Namun, keyakinannya begitu kuat sehingga ia menyatakan, "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan agama ini selama-lamanya, dan tidak akan berpisah dengannya."
Melihat keteguhannya yang rasanya tidak akan tergoyahkan, akhirnya Hakam melepaskan ikatannya.
Seperti diawal cerita tadi bahwa Utsman dikenal dengan kedermawanannya yang luar biasa.
Ia tidak ragu-ragu untuk menyumbangkan kekayaannya demi kepentingan umat Islam dan agama.
Salah satu contoh yang paling terkenal adalah ketika ia menyumbangkan harta yang melimpah untuk mendukung perang Tabuk.
BACA JUGA:Apa Benar Tinggi Nabi Adam Capai 60 Hasta atau 30 Meter. Ternyata Sudah Diteliti, Cek Faktanya
Meskipun pada saat itu umat Islam sedang mengalami kesulitan ekonomi yang tidak main-main.
Menyangkut Utsman bin Affan "Tidak ada yang membahayakan Utsman, setelah apa yang dilakukannya hari ini."
Ungkapan ini diucapkan Nabi SAW setelah apa yang diberikan Utsman bin Affan untuk perang Tabuk di jalan Allah.
Bagaimana tidak? karena musim panas, kekeringan, dan paceklik melanda jazirah Arab pada saat itu, pasukan yang dibentuk untuk menghadapi serangan pasukan Romawi ini disebut Jaisyul Usrah (Pasukan di Masa Sulit).