Tapi semakin tinggi bangunan, terutama di kubah, mereka pakai bahan yang lebih ringan seperti batu bata untuk mengurangi tekanan.
Selain soal bahan, cara mereka membangun juga nggak kalah inovatif. Kubah Pantheon dibangun secara bertahap, atau berlapis-lapis, jadi setiap lapisan dikasih waktu untuk kering sebelum ditambah lapisan berikutnya. Dengan cara ini, mereka nggak perlu perancah besar dan bangunan tetap stabil selama proses pembangunan.
Rahasia Panjang Umur Bangunan
Pantheon bisa bertahan nggak cuma karena bahan dan teknik konstruksinya, tapi juga karena terus dirawat. Dari awal dibangun sampai sekarang, Pantheon selalu dipakai, dari kuil Romawi hingga jadi gereja, dan pemakaian yang berkelanjutan ini bikin bangunan tetap terawat.
Bahan beton Romawi ini juga terkenal kuat menghadapi cuaca, gempa, dan kondisi lingkungan lainnya yang biasanya bikin bangunan modern cepat rusak. Dengan ketahanan seperti ini, Pantheon tetap berdiri tegak di tengah semua perubahan zaman.
BACA JUGA:Janjikan Sekolah dan Kesehatan Gratis hingga Jalan Mulus
BACA JUGA:Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.105,70 triliun Hingga Akhir Triwulan III 2024
Inspirasi buat Bangunan Modern
Pantheon ini bukti nyata betapa canggihnya arsitektur dan ilmu material orang Romawi dulu.
Beton mereka yang kaya akan abu vulkanik dan lime clasts, plus teknik bangunannya yang teliti, menciptakan mahakarya yang bertahan sampai ribuan tahun.
Studi lebih lanjut soal bahan dan cara bikin beton ini bisa banget jadi inspirasi buat dunia konstruksi modern, biar kita bisa bangun gedung sekuat Pantheon di masa depan.