Masa Tunggu Keberangakatan CJH OKU Capai 26 Tahun

Senin 19-01-2026,20:37 WIB
Reporter : Aris Munandar
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS, BATURAJA — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), H. Abdul Muis, S.Ag, berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, yang menjadi tahun perdana di bawah Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia, dapat berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jamaah, khususnya dari Kabupaten OKU.

Abdul Muis menegaskan harapannya agar para jamaah haji memperoleh pelayanan optimal sejak keberangkatan dari Baturaja, proses embarkasi di Palembang, hingga perjalanan udara menuju Tanah Suci, serta selama menjalankan ibadah di Mekkah dan Madinah.

“Jamaah terlayani dengan baik mulai dari keberangkatan dari Baturaja dan embarkasi Palembang, dilayani dengan bagus sampai naik pesawat. Setibanya di Mekkah dan Madinah juga mendapatkan pelayanan yang baik tanpa halangan dan rintangan,” ujar Abdul Muis, Senin (19/01) siang.

Ia mengakui bahwa dalam setiap penyelenggaraan haji, potensi hambatan dan rintangan hampir selalu ada. Namun demikian, Abdul Muis berharap hambatan tersebut dapat diminimalkan dan pelayanan haji tahun 2026 menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya pasti ada cobaan, tetapi kami berharap pelayanan haji tahun 2026 ini lebih baik. Pak Menteri Kementerian Haji dan Umroh RI juga berpesan agar pelayanan jamaah haji dilakukan semaksimal mungkin. Kita harus banyak mengalah dengan jamaah, yang terpenting jamaah puas,” katanya.

Terkait kuota jamaah haji Kabupaten OKU tahun 2026, Abdul Muis menyampaikan bahwa jumlah calon jamaah yang telah melunasi biaya haji mencapai 249 orang. Namun demikian, kuota resmi keberangkatan masih menunggu keputusan dari pihak provinsi.

“Kuota khusus belum keluar. Masih dipilah. Dari 249 itu akan ditentukan siapa yang berhak berangkat. Jangan sampai jamaah yang diberangkatkan justru mengalami masalah di perjalanan, terutama masalah kesehatan yang sangat ketat pengawasannya di Arab Saudi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Abdul Muis mengimbau kepada seluruh calon jamaah haji tahun 2026 untuk menjaga kesehatan sejak dini. Ia meminta jamaah menghindari kegiatan berkumpul yang tidak perlu karena berisiko terpapar penyakit menular.

“Apalagi saat ini sedang marak wabah superflu, TBC, dan penyakit lainnya. Saya menghimbau agar jamaah tidak berhura-hura menjelang keberangkatan, termasuk mengadakan syukuran besar-besaran,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan syukuran lebih baik dilakukan setelah kembali dari Tanah Suci. Pasalnya, acara selamatan yang melibatkan banyak orang berpotensi menjadi media penularan penyakit melalui kontak fisik seperti berjabat tangan atau berpelukan.

“Bisa saja saat dicek di sini aman, di Palembang aman, tapi ketika dicek di Jeddah justru teridentifikasi penyakit. Kesehatan adalah pokok utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Jangan hanya kami yang berusaha memberikan pelayanan terbaik, jamaah juga harus menjaga kesehatannya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Abdul Muis juga menginformasikan bahwa masa tunggu keberangkatan haji sejak setoran awal pendaftaran saat ini mencapai sekitar 26 tahun, dan ketentuan tersebut berlaku merata di seluruh wilayah Indonesia.

Kategori :