Kejang Demam pada Anak: Kode ICD-10, Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya

Minggu 25-01-2026,15:00 WIB
Reporter : Hesti
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS- Kejang demam merupakan salah satu kondisi yang cukup sering dialami anak, terutama pada usia balita. Meski tampak mengkhawatirkan bagi orang tua, sebagian besar kasus kejang demam bersifat jinak dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang.

Agar tidak salah langkah saat menghadapinya, orang tua perlu memahami apa itu kejang demam, bagaimana mengenalinya, serta apa yang harus dilakukan saat kondisi ini terjadi.

Apa Itu ICD-10 dan Hubungannya dengan Kejang Demam?

ICD-10 merupakan singkatan dari International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems edisi ke-10. Sistem ini digunakan secara global untuk mengelompokkan dan memberi kode pada berbagai penyakit serta kondisi medis.

Dalam dunia medis, penggunaan kode ICD-10 memudahkan pencatatan diagnosis, pengelolaan data kesehatan, hingga keperluan administrasi rumah sakit dan asuransi.

BACA JUGA:Waspada DBD! Puskesmas Buay Pemaca Imbau Warga Terapkan Gerakan 3M Plus

BACA JUGA:Cegah Penyebaran DBD dan Malaria, Gencarkan Lakukan Fogging

Kode ICD-10 untuk Kejang Demam

Kejang demam dicatat dengan kode R56.0 (Febrile convulsions).

Kode ini digunakan untuk mengklasifikasikan kejang yang terjadi pada anak usia sekitar 6 bulan hingga 5 tahun, yang muncul bersamaan dengan demam dan tidak disebabkan oleh infeksi pada otak atau sistem saraf pusat. Kode ini mencakup baik kejang demam sederhana maupun kejang demam kompleks.

Ciri dan Gejala Kejang Demam

Kejang demam biasanya muncul ketika suhu tubuh anak naik dengan cepat, umumnya di atas 38°C. Beberapa tanda yang sering terlihat antara lain:

Anak tiba-tiba tidak sadarkan diri

Lengan dan kaki menjadi kaku atau bergerak tersentak-sentak

Bola mata mendelik ke atas

Kategori :