Kacamata AI dengan Snapdragon AR1? Quark AI Glasses Terlalu Overkill

Minggu 25-01-2026,11:10 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS - Alibaba akhirnya merilis Quark AI Glasses, perangkat wearable pintar yang sejak awal sudah bikin banyak pecinta teknologi penasaran. Sayangnya, hype itu belum sepenuhnya bisa dirasakan pengguna di Indonesia karena perangkat ini untuk sementara hanya dijual resmi di China. Meski begitu, informasi soal harga, fitur, dan spesifikasi dua variannya Quark AI Glasses S1 dan G1 sudah jadi bahan obrolan hangat di komunitas gadget.

Di pasar China, Quark AI Glasses hadir lewat dua model: S1 sebagai versi premium dan G1 sebagai versi yang lebih ramah kantong. Harga resminya dipatok 3.799 yuan untuk S1, yang jika dikonversi berada di kisaran Rp 8,5–8,9 juta. Sementara model G1 dibanderol 1.899 yuan atau sekitar Rp 4,3–4,5 juta. Menariknya, sebelum resmi dirilis, harga pra-penjualan sempat menyentuh angka lebih tinggi bahkan untuk varian tertentu mencapai 4.699 yuan sebelum akhirnya turun. Pengiriman awal sudah mulai dilakukan di akhir 2025, dan harga rupiah yang kita dengar bisa saja berubah sesuai kondisi kurs.

Dari segi teknologi, Quark AI Glasses jelas bukan kacamata pintar abal-abal. Alibaba membenamkan dua chipset sekaligus: Snapdragon AR1 yang khusus menangani fungsi augmented reality, dan BES2800 yang memegang peran untuk audio. Kombinasi ini langsung memberi gambaran bahwa produk ini memang serius dan bukan sekadar gimmick.

Model S1 punya daya tarik sendiri dengan lensa micro-OLED beresolusi hingga 3K, lengkap dengan kemampuan rekam video 4K berbasis AI. Kamera kecil di bingkai juga memungkinkan kacamata ini menjalankan fitur visual, termasuk overlay informasi, penerjemahan real-time, hingga mode navigasi pintar. Sementara itu, G1 hadir sebagai opsi yang lebih sederhana tapi tetap fungsional untuk penggunaan harian.

Fitur andalan lain adalah integrasi dengan AI Qwen, model bahasa buatan Alibaba yang bisa menangani perintah suara, membuat catatan otomatis, hingga menerjemahkan percakapan langsung di depan mata pengguna. Tidak ketinggalan, ada bone conduction mic, lima mikrofon, suara stereo, serta baterai yang bisa bertahan hingga 7 jam dan mendukung pengisian cepat.

Secara fisik, kacamata ini juga dirancang ringkas dengan bobot hanya 51 gram dan bingkai hitam kasual yang tidak terlihat seperti perangkat teknologi aneh. Sertifikasi IPX4 membuatnya aman dipakai saat hujan ringan.

Sayangnya, bagi pasar Indonesia, belum ada tanda-tanda kapan perangkat futuristik ini akan masuk secara resmi. Untuk saat ini, pengguna lokal mungkin hanya bisa mencicipinya lewat importir atau menunggu langkah Alibaba berikutnya. Kalau melihat tren perangkat wearable AI yang makin populer, bukan tidak mungkin Quark AI Glasses akhirnya akan mampir ke Tanah Air, tinggal tunggu waktu saja.

Kategori :