OKES.NEWS - Meta dan Ray-Ban kembali mengguncang pasar wearable dengan menghadirkan Meta Ray-Ban Gen 2, generasi terbaru kacamata pintar yang kini tampil lebih matang, lebih kuat, dan jauh lebih fungsional dibanding pendahulunya. Kalau generasi pertama masih terasa seperti eksperimen awal, versi terbaru ini sudah masuk kategori “siap dipakai harian” baik untuk kreator konten, pekerja mobile, maupun pengguna yang ingin merasakan pengalaman AI tanpa ribet memegang perangkat.
Dari sisi desain, Meta tetap mempertahankan gaya Wayfarer ikonik yang jadi ciri khas Ray-Ban. Bedanya, Gen 2 kini punya lebih banyak opsi warna, ukuran, dan finishing sehingga tetap pas dipakai untuk aktivitas sehari-hari tanpa terlihat seperti gadget futuristik yang terlalu mencolok. Hati-hati saja orang mungkin tidak sadar kalau Anda sedang merekam video 3K dari sudut pandang mata sendiri.
Ya, benar. Kamera 12MP dual sensor di bagian depan kini bisa merekam hingga resolusi 3K 30 fps, meningkat signifikan dari generasi sebelumnya. Hasil videonya lebih stabil, lebih tajam, dan terasa jauh lebih natural ketika dipakai untuk dokumentasi travel atau membuat POV konten. Meta juga menyertakan opsi 1440p dan 1080p bagi pengguna yang ingin durasi rekaman lebih panjang.
Bagian audio juga mendapatkan upgrade besar. Meta Ray-Ban Gen 2 punya lima mikrofon dan speaker internal yang sudah di-tuning agar bisa menghasilkan suara lebih jernih, entah saat mendengar musik atau menerima telepon. Fitur Conversation Focus juga cukup menarik—kacamata bisa “menangkap” suara lawan bicara lebih jelas meski berada di tempat ramai, membuatnya berguna saat meeting spontan atau ngobrol di kafe yang penuh keributan.
Yang membuat perangkat ini semakin menarik adalah integrasi AI Meta. Fitur live translation dua arah sudah mendukung lebih banyak bahasa, termasuk yang umum digunakan di Asia Tenggara. Jadi kalau Anda sering bertemu wisatawan atau bekerja lintas negara, fitur ini terasa seperti punya penerjemah pribadi.
Daya tahan baterai kini meningkat drastis, mencapai 8 jam penggunaan normal, dan kotak charging-nya menyimpan daya tambahan hingga 48 jam. Pengisian cepat 20 menit untuk 50% juga membuat kacamata ini cepat siap pakai. Tak ketinggalan, ada Neural Band yang mampu membaca sinyal otot pergelangan tangan agar Anda bisa memberi perintah tanpa menyentuh kacamata futuristik, tapi benar-benar berfungsi.
Dengan harga US$799 atau sekitar Rp13,2 juta, Meta Ray-Ban Gen 2 memang bukan gadget murah, tapi jelas menawarkan pengalaman yang sulit ditemui pada perangkat lain. Di AS dan beberapa negara sudah rilis resmi sejak akhir 2025, dan Indonesia kemungkinan tinggal menunggu waktu.
Bagi yang penasaran, sudah ada beberapa kreator lokal yang mencoba unit ini dan menunjukkan kualitas kamera serta fitur AI-nya secara langsung, dan sejujurnya, hasilnya cukup meyakinkan. Jika tren wearable AI terus naik, bukan tidak mungkin kacamata ini bakal jadi perangkat wajib seperti smartwatch saat ini.