OKES.NEWS - Flu Singapura atau hand-foot-and-mouth disease (HFMD) adalah penyakit infeksi virus yang paling sering menyerang anak-anak, terutama di bawah usia 10 tahun. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam atau lepuhan di tangan dan kaki, serta luka seperti sariawan di dalam mulut. Salah satu penyebab terseringnya adalah virus coxsackie.
Seperti kebanyakan infeksi virus lainnya, flu Singapura umumnya tidak membutuhkan obat khusus karena bisa sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Meski begitu, orang tua tetap perlu waspada karena penyakit ini sangat mudah menular.
Cara Penularan Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai
Virus penyebab flu Singapura dapat menyebar dengan cepat, terutama pada minggu pertama setelah anak terinfeksi. Bahkan, meskipun gejalanya sudah mereda, virus masih bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Penularan bisa terjadi melalui:
BACA JUGA:Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Flu Singapura dan Herpangina pada Anak
BACA JUGA:Flu Singapura Saat Hamil: Apakah Berbahaya bagi Ibu dan Janin?
Percikan air liur saat batuk atau bersin
Kontak dengan tinja pengidap
Menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus
Karena itulah, kebersihan diri dan lingkungan memegang peranan penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Langkah Efektif Mencegah Flu Singapura pada Anak
Untuk menurunkan risiko penularan flu Singapura, orang tua bisa melakukan beberapa langkah berikut:
Istirahatkan anak di rumah jika mulai muncul gejala sampai kondisinya benar-benar membaik.
Rutin membersihkan mainan, gagang pintu, meja, dan benda lain yang sering disentuh anak dengan sabun dan air.