2. Dinding ban mengalami retak atau muncul benjola
Retakan halus pada sisi ban dapat muncul akibat usia pemakaian, suhu panas, atau tekanan angin yang tidak sesuai.
Meski tampak ringan, retakan ini bisa berkembang dan meningkatkan risiko ban pecah saat kendaraan melaju kencang.
Sementara itu, benjolan pada dinding ban menandakan kerusakan pada lapisan dalam ban.
Benjolan sering terjadi setelah ban menghantam lubang atau pembatas jalan dengan keras. Kerusakan ini menciptakan titik lemah yang sangat berbahaya jika dibiarkan.
Jika menemukan kondisi tersebut, penggantian ban sebaiknya dilakukan tanpa menunda.
BACA JUGA:Mobil Bekas 50 Jutaan Paling Irit dan Kecil, Cocok Buat Harian di Kota Padat
BACA JUGA:Harga Bekas Mulai Ramah, Hyundai Stargazer dan Creta Jadi Mobil Keluarga Paling Worth di 2026
3. Muncul getaran tidak normal saat berkendara
Getaran ringan pada mobil memang wajar pada kondisi tertentu. Namun, jika getaran terasa berlebihan, terutama di setir, hal ini bisa menandakan ban sudah tidak dalam kondisi optimal.
Penyebabnya bisa berasal dari keausan yang tidak merata atau kerusakan struktur ban.
Selain mengganggu kenyamanan, getaran berlebih juga berpotensi merusak komponen kaki-kaki mobil seperti suspensi dan steering.
Jika gejala ini semakin sering dirasakan, pemeriksaan ban dan penggantian perlu segera dipertimbangkan.
4. Umur ban sudah melewati batas ideal
Ketebalan ban bukan satu-satunya penentu kelayakan pakai. Seiring waktu, karet ban akan mengeras dan kehilangan elastisitasnya.
BACA JUGA:Mobil Listrik Bekas Paling Worth Dibeli Awal 2026 Harga Mulai Rp90 Jutaan, Ini Daftarnya