OKES.NEWS - Fitur In Body Image Stabilization atau IBIS kini bukan lagi sekadar gimmick, tapi sudah menjadi kebutuhan penting bagi fotografer dan content creator. Dengan IBIS, kamera mampu meredam getaran tangan langsung dari bodi, sehingga hasil foto lebih tajam dan video terlihat lebih stabil meski tanpa gimbal. Di tahun 2026, minat terhadap kamera mirrorless dengan IBIS semakin tinggi, terutama dari pengguna pemula hingga semi-profesional yang ingin kualitas maksimal tanpa ribet.
Namun kenyataannya, kamera mirrorless dengan IBIS jarang benar-benar murah jika dibeli dalam kondisi baru. Karena itu, pendekatan paling realistis adalah memahami opsi yang tersedia di pasar Indonesia, baik baru maupun second, agar budget tetap aman tanpa mengorbankan fitur penting.
Opsi Budget di Bawah Rp10 Juta yang Paling Masuk Akal
Untuk kategori harga paling terjangkau, Olympus OM-D E-M10 Mark IV masih menjadi nama yang paling sering direkomendasikan. Kamera ini menggunakan sensor Micro Four Thirds 20MP yang dipadukan dengan IBIS 5-axis, membuatnya sangat efektif untuk foto low-light maupun video handheld. Kemampuan video 4K sudah cukup untuk kebutuhan konten harian, sementara bobotnya yang hanya sekitar 383 gram menjadikannya nyaman dibawa ke mana saja.
Di pasar Indonesia, harga barunya memang sudah berada di kisaran Rp13–14 jutaan untuk paket kit lens, tetapi unit second masih cukup mudah ditemukan di angka Rp6–8 jutaan. Inilah yang membuatnya terasa relevan bagi pemula, termasuk pengguna di kota panas seperti Palembang yang membutuhkan kamera ringan dan praktis untuk aktivitas luar ruang.
Masih di kelas APS-C, Fujifilm X-S10 sering dianggap sebagai opsi “setengah langkah” ke level yang lebih serius. Kamera ini menawarkan sensor 26MP dengan IBIS hingga 6 stop dan kemampuan video 4K 30p. Karakter warna khas Fujifilm lewat film simulation menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang fokus pada estetika foto. Meski harga barunya masih cukup tinggi, unit bekasnya kerap turun dan menjadi incaran karena performanya yang seimbang untuk foto dan video.
Opsi Mid Range Rp10–20 Juta yang Lebih Serius
Memasuki kelas menengah, Sony A7C menjadi salah satu mirrorless full-frame paling ringkas dengan IBIS 5-axis. Keunggulannya ada pada performa low-light yang sangat kuat dan kualitas video yang stabil untuk kebutuhan vlogging maupun travel content. Di pasar second, kamera ini sering berada di rentang Rp15–20 jutaan, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang ingin naik ke sensor full-frame tanpa bodi besar.
Sementara itu, Fujifilm X-S20 dan X-M5 hadir sebagai generasi baru yang fokus pada content creation. Dukungan IBIS terbaru serta kemampuan video resolusi tinggi menjadikannya cocok untuk kreator modern yang ingin satu kamera untuk foto sekaligus video. Harga paket kit memang tidak murah, tetapi fitur yang ditawarkan terasa sepadan untuk penggunaan jangka panjang.
Jika tujuan utama kamu adalah mendapatkan kamera mirrorless dengan IBIS terbaik dan tetap rasional dari sisi harga, maka pasar second masih menjadi jawaban paling masuk akal di 2026. Olympus OM-D E-M10 Mark IV tetap menjadi pilihan aman untuk pemula, sementara Fujifilm dan Sony menawarkan jalur upgrade yang lebih serius sesuai kebutuhan fotografi dan video. Dengan memilih cermat, fitur stabilisasi yang dulunya eksklusif kini bisa dinikmati tanpa harus menguras tabungan.