OKES.NEWS - Pertamina EP Adera Field, yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina EP (PEP) Zona 4, sukses mengadopsi teknologi velocity string untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
Teknologi tersebut diterapkan pada program dual completion di Sumur BNG-68 dan menunjukkan hasil positif.
Dari lapisan L1, produksi tercatat mencapai 281 barel minyak per hari (BOPD) dan 0,32 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sementara itu, lapisan N2 mampu menghasilkan 123 BOPD minyak dan 3,31 MMSCFD gas.
Manager PEP Adera Field, Adam Syukron Nasution, menjelaskan bahwa velocity string memungkinkan optimalisasi produksi secara selektif dengan memproduksikan lebih dari satu lapisan secara bersamaan dan independen.
“Teknologi ini membuat sumur kembali beroperasi optimal dengan efisiensi tinggi serta biaya operasional yang relatif lebih rendah,” ujarnya.
Penerapan teknologi dual completion dengan velocity string juga memungkinkan dua lapisan yang memiliki perbedaan tekanan untuk diproduksikan secara simultan tanpa saling memengaruhi.
Tanpa teknologi tersebut, perbedaan tekanan antar lapisan berpotensi menimbulkan cross flow yang dapat menghambat kinerja lapisan bertekanan lebih rendah, bahkan meningkatkan risiko terbentuknya thief zone.
Sebelumnya, teknologi velocity string telah digunakan di PHR Zona 1 Field Jambi pada 2025 dan terbukti meningkatkan produksi minyak pada Sumur PPS-X19 dan PPS-12 secara signifikan.
Usai keberhasilan penerapan di Sumur BNG-68, PEP Zona 4 berencana melanjutkan penggunaan teknologi velocity string di Cluster Gunung Kemala, yang merupakan bagian dari PEP Prabumulih Field.