OKES.NEWS - Genangan banjir yang sempat merendam permukiman warga dan sebagian Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kini mulai surut.
Kondisi ini memungkinkan petugas untuk masuk ke lokasi terdampak dan melakukan pemulihan awal pascabanjir.
Sejak air mulai menurun, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU bersama unsur Muspika terjun langsung ke lapangan untuk membantu warga membersihkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa arus ke rumah dan pekarangan.
Kegiatan gotong royong ini bertujuan agar lingkungan kembali layak huni sekaligus meminimalkan risiko penyakit pascabanjir.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD OKU, Januar Efendi, melalui Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD OKU, Gunalfi menyatakan, genangan air saat ini jauh lebih rendah dibandingkan puncak banjir yang terjadi pada Kamis dini hari.
BACA JUGA:Pertamina EP Adera Field Tingkatkan Produksi Migas dengan Teknologi Velocity String
Fokus penanganan awal difokuskan pada pembersihan material sisa banjir, membuka alur drainase, serta mengecek aliran anak sungai dari tebing yang sebelumnya meluap ke permukiman.
“Penanganan awal dilakukan bersamaan dengan warga. Prioritas kami adalah membersihkan rumah, membuka akses jalan lingkungan, dan memastikan saluran air tidak tersumbat agar tidak terjadi genangan kembali,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan, banjir berdampak pada sekitar 40 kepala keluarga atau sekitar 160 jiwa.
Tinggi air saat kejadian bervariasi, mulai dari 20 hingga 70 sentimeter di titik terendah.
Meski puluhan rumah sempat terendam, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Kerusakan berat pada bangunan juga tidak ditemukan.
Genangan yang menutup sekitar 100 meter Jalinsum kini sudah surut, sehingga arus lalu lintas kembali normal.
BACA JUGA:Sidak 19 Puskesmas, Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan
Petugas tetap melakukan pemantauan di beberapa titik rawan, terutama di aliran air yang menjadi jalur masuk banjir ke permukiman.
BPBD OKU mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi di beberapa wilayah, sehingga kemungkinan banjir susulan belum sepenuhnya hilang.
Warga diminta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau muncul genangan baru, agar penanganan cepat dapat dilakukan sebelum dampak meluas.