Dari sisi operasional, usaha ayam petelur dinilai produktif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Produksi yang stabil serta strategi pemasaran yang terkelola dengan baik menjadi faktor pendukung berkembangnya usaha tersebut, meski di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Kepala Desa Rantau Panjang, Dedi Hartoni, S.E., menyampaikan rasa syukur atas hasil evaluasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan partisipasi aktif masyarakat.
BACA JUGA:Tumbuhkan Budaya Literasi Sejak Dini, Kunjungi Perpustakaan OKU Selatan
Menurutnya, hasil Monev menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan serta mengembangkan peluang usaha baru demi kesejahteraan warga.
Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan BUMDes telah berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), sehingga membantu pembiayaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, tim Monev turut memberikan sejumlah rekomendasi strategis guna memperkuat kinerja BUMDes ke depan.
Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan manajemen usaha, diversifikasi unit usaha, serta pemanfaatan sistem pelaporan keuangan berbasis digital.
Selain itu, BUMDes juga didorong untuk menjalin kemitraan dengan pihak swasta maupun lembaga keuangan guna memperluas jaringan pemasaran dan akses permodalan.
BACA JUGA:MAN 1 OKU Selatan Gelar Konsultasi Jurusan untuk Siswa Eligible SNBP 2026
BACA JUGA:Kopi di OKU Selatan Tetap Rp50-Rp52 Ribu per Kilo
Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan BUMDes menjadi badan usaha desa yang mandiri dan kompetitif.
Kegiatan Monev ini sekaligus menjadi forum diskusi antara tim pembina dan pengurus BUMDes, terutama dalam membahas strategi pengembangan usaha, pengelolaan risiko, serta optimalisasi potensi lokal desa.
Dengan adanya evaluasi ini, BUMDes Rantau Panjang diharapkan mampu terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi desa.