SUMSEL - OKES. NEWS-Warga Kota Palembang akan kembali mendengarkan suara sirine dan kilauan lampu skylight dari atas Kantor Wali Kota (Wako) Palembang sebagai penanda waktu istirahat.
Dan selama bulan Ramadan mendatang, sirine dan lampu skylight itu akan dinyalakan sebagai penanda masuknya waktu imsak dan waktu berbuka puasa bagi wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.
“Betul, sesuai instruksi Pak Wali Kota, rencananya mulai besok (hari ini, red) sirine dan lampu skylight akan mulai dinyalakan kembali setelah sekian tahun lamanya tidak lagi dinyalakan di hari biasa setiap pukul 12.00 WIB sedangkan di hari Jumat tiap pukul 11.30 WIB.
Dan selama bulan Ramadan akan dihidupkan sebagai pertanda waktu imsak dan waktu berbuka puasa,” sebut Kepala Dinas Pemadama Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang Kms Haikal SKom, kemarin (15/2).
BACA JUGA:Menteri Nusron dan Wali Kota Palembang Tunjukkan Semangat Sportivitas di PORNAS KORPRI XVII
BACA JUGA:BMKG Ingatkan Warga di Bantaran Sungai dan Pesisir Waspada
Haikal menyebut, pengaktifan kembali sirine dan lampu skylight ini bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai-nilai historis dari Kantor Wali Kota Palembang yang dulunya dikenal warga Palembang dengan sebutan Kantor Ledeng ini.
Di kesempatan itu, Haikal mengajak kepada warga Palembang ketika mendengarkan suara sirine di jam-jam tersebut untuk tidak panik dan berlaku tenang dikarenakan dibunyikannya sirine tersebut hanya sebatas penanda waktu bukan alarm tanda keadaan darurat atau berbahaya.
“Meskipun sirine ini juga akan difungsikan sebagai penanda keadaan darurat atau early warning system kami berharap masyarakat Kota Palembang untuk tidak panik karena saat ini sirine itu cuma sebagai penanda waktu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi, menyampaikan pengaktifan kembali sirine ini adalah upaya menghidupkan kembali simbol historis kota.
BACA JUGA:Jontra Polta Ditangkap Usai Curi HP Infinix HOT 40 Pro di Indekos
BACA JUGA:Sambut Ramadhan 1447 H, Bakal Gelar Pawai Akbar
“Sirine ini memang sudah ada sejak lama dan memiliki sejarah, terkait erat dengan bangunan Kantor Wali Kota yang merupakan peninggalan Belanda, yaitu Gedung Toren atau Menara Air,” sebut Dewa.
Dahulu, sambung dia, sirine ini punya peran vital yakni sebagai penanda waktu istirahat dan pulang kerja. Pada saat Ramadan, berfungsi sebagai penanda waktu imsak dan berbuka.
“Ini menjadi simbol historis yang tidak terpisahkan dengan Kantor Wali Kota. Karena itu, kita aktifkan lagi,” tegasnya.