OKES. NEWS- Menjelang bulan Ramadan, keluhan bau mulut sering kali menjadi masalah yang dikhawatirkan banyak orang. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, sehingga produksi air liur berkurang. Kondisi ini membuat rongga mulut menjadi kering dan memicu aroma napas yang kurang sedap.
Meski begitu, puasa bukan satu-satunya penyebab bau mulut. Ada berbagai faktor lain yang juga bisa memicu masalah ini, bahkan meskipun seseorang rajin menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Penyebab Bau Mulut Selain Puasa
Bau mulut sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan menyikat gigi secara rutin. Walau tidak makan di siang hari, kebersihan mulut tetap harus dijaga, terlebih jika saat sahur mengonsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang putih, bawang merah, petai, atau jengkol.
Namun, bila bau mulut tetap muncul meski sudah rajin menyikat gigi dan menghindari makanan berbau kuat, bisa jadi penyebabnya berasal dari kondisi berikut:
BACA JUGA:Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh agar Puasa Tetap Lancar dan Sehat
BACA JUGA:Manfaat Minum Air Putih yang Cukup Saat Menjalani Puasa
1. Penumpukan Bakteri di Mulut
Di dalam mulut terdapat bakteri yang berperan dalam proses pencernaan awal. Masalah muncul ketika terjadi gangguan seperti sariawan, radang gusi, plak gigi menumpuk, atau sisa makanan yang menempel di lidah hingga membentuk lapisan putih kekuningan. Kondisi ini menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut.
2. Gangguan Sistem Pencernaan
Masalah pencernaan, seperti maag atau naiknya asam lambung, juga dapat menimbulkan bau mulut. Selain itu, infeksi parasit di usus turut berkontribusi terhadap aroma napas yang tidak sedap. Untuk mengatasinya, perbanyak konsumsi sayur dan buah, jaga keseimbangan bakteri baik di usus, serta batasi makanan pedas dan asam.
3. Penyakit Tertentu
Bau mulut juga bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu, seperti diabetes dan gangguan jantung. Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu aliran darah ke gusi sehingga memicu infeksi dan peradangan. Kondisi ini menghasilkan aroma khas pada napas yang sulit dihilangkan.
4. Kebiasaan dan Gaya Hidup
Gaya hidup menjadi salah satu faktor terbesar penyebab bau mulut. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan aroma napas tidak sedap, bahkan di luar bulan puasa. Zat nikotin sulit hilang karena menempel pada gusi, langit-langit mulut, serta jaringan paru-paru, sehingga bau mulut tetap bertahan meski sudah menyikat gigi.