BACA JUGA:6 Tanda Tubuh Butuh Diet Penurunan Berat Badan, Jangan Diabaikan
3. Memicu Gangguan Pola Makan
Diet yang terlalu membatasi asupan makanan dapat memicu gangguan makan seperti binge eating, orthorexia, hingga anoreksia nervosa.
Tekanan untuk selalu mematuhi aturan diet sering kali menimbulkan kecemasan, stres, dan rasa bersalah ketika melanggar pola makan yang telah ditetapkan.
Kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental, seperti mudah tersinggung, sulit fokus, dan munculnya pikiran negatif terhadap diri sendiri.
4. Rasa Lapar Berlebihan dan Obsesi terhadap Makanan
Pembatasan kalori secara drastis dapat mengganggu keseimbangan hormon leptin, yaitu hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Ketika kadar leptin terganggu, sinyal kenyang tidak bekerja dengan baik sehingga tubuh lebih sering merasa lapar.
BACA JUGA:Ice Hack Diet Viral di Media Sosial, Benarkah Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Kata Ahli
BACA JUGA:Jangan Salah Kaprah! Ini Fakta Diet yang Benar Menurut Ahli Gizi
Penelitian yang dipublikasikan dalam Physiological Research menyebutkan bahwa ketidakseimbangan hormon ini dapat meningkatkan keinginan makan secara berlebihan (craving) dan mendorong perilaku makan kompulsif.
5. Risiko Kekurangan Gizi
Membatasi jenis makanan secara ekstrem membuat tubuh tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan setiap hari. Kondisi ini meningkatkan risiko malnutrisi.
Diet ketat kerap menyebabkan kekurangan kalsium, vitamin D, vitamin B12, folat, serta zat besi.
Dalam jangka panjang, defisiensi tersebut dapat memicu anemia, kelelahan berkepanjangan, gangguan kesehatan tulang, hingga kerusakan organ.
6. Rambut Mudah Rontok