Jangan Salah Persiapan! Ini Tes Laboratorium yang Wajib Puasa
Ilustrasi Tes Laboratorium yang Wajib Puasa -istock-
OKES. NEWS- Berpuasa sebelum menjalani pemeriksaan laboratorium merupakan langkah penting untuk memastikan hasil tes lebih akurat. Persiapan ini dilakukan agar kandungan nutrisi dari makanan atau minuman tidak memengaruhi nilai yang diukur, sehingga dokter dapat menentukan diagnosis dan penanganan dengan tepat.
Mengapa Harus Puasa Sebelum Tes Laboratorium?
Setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat memengaruhi berbagai parameter, seperti kadar gula, lemak, maupun zat besi.
Karena itu, peserta biasanya diminta berpuasa sekitar 10–12 jam sebelum pemeriksaan agar hasil tes mencerminkan kondisi tubuh yang sebenarnya.
Puasa yang dimaksud adalah tidak mengonsumsi makanan atau minuman selain air putih. Minum air dalam jumlah cukup justru dianjurkan karena membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa memengaruhi hasil pemeriksaan. Namun, jika puasa menimbulkan keluhan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Jenis Tes Laboratorium yang Memerlukan Puasa
Berikut beberapa pemeriksaan yang umumnya mengharuskan peserta berpuasa:
BACA JUGA:Efek Puasa 24 Jam bagi Tubuh, Aman atau Perlu Waspada?
BACA JUGA:Tips Puasa Sehat untuk Penderita Autoimun agar Kondisi Tetap Stabil
1. Tes darah
Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara umum, mendeteksi penyakit, menilai fungsi organ, serta memeriksa kandungan zat tertentu dalam tubuh.
2. Tes kolesterol
Tes ini bertujuan mengukur kadar lemak dalam darah. Pemeriksaan rutin dianjurkan, terutama bagi orang dengan faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, atau riwayat penyakit jantung, guna mencegah komplikasi.
3. Tes gula darah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: