Efek Puasa 24 Jam bagi Tubuh, Aman atau Perlu Waspada?
Ilustrasi Efek Puasa 24 Jam bagi Tubuh -istock-
OKES. NEWS- Pernahkah kamu membayangkan apa yang terjadi pada tubuh jika tidak makan selama satu hari penuh atau sekitar 24 jam? Kebanyakan orang mungkin langsung terpikir rasa lapar, lemas, atau mengantuk. Namun sebenarnya, puasa selama 24 jam memicu serangkaian perubahan metabolisme yang cukup kompleks di dalam tubuh.
Puasa sering dikaitkan dengan praktik keagamaan, seperti dalam Islam maupun Yahudi. Meski begitu, Puasa tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga berpengaruh langsung pada kondisi fisik dan kesehatan. Bahkan, dalam dunia kesehatan modern, konsep Puasa juga dikenal melalui metode intermittent fasting, yaitu pola makan yang membatasi waktu konsumsi makanan.
Perubahan Tubuh Saat Tidak Makan
Tubuh manusia membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai fungsi. Sumber energi utama berasal dari glukosa, yaitu gula yang diperoleh dari makanan, terutama karbohidrat. Glukosa disimpan dalam bentuk cadangan di hati dan otot, lalu dilepaskan ke aliran darah ketika dibutuhkan.
Ketika seseorang berpuasa, tubuh mulai menggunakan cadangan energi tersebut. Sekitar delapan jam setelah makan terakhir, cadangan glukosa di hati mulai menipis. Pada tahap ini, tubuh beralih ke proses yang disebut glukoneogenesis, yaitu pembentukan glukosa dari sumber lain selain karbohidrat.
BACA JUGA:Tips Puasa Sehat untuk Penderita Autoimun agar Kondisi Tetap Stabil
BACA JUGA:Rahasia Puasa Tetap Nyaman Meski Punya Riwayat Maag
Proses ini membuat tubuh tetap memiliki pasokan energi meskipun tidak ada asupan makanan. Dalam kondisi tersebut, tubuh juga cenderung meningkatkan pembakaran kalori karena harus memproduksi energi sendiri, terutama dari lemak.
Jika Puasa Berlanjut Lebih Lama
Apabila puasa berlangsung lebih lama, tubuh akan terus beradaptasi. Jika cadangan energi semakin berkurang, metabolisme akan melambat sebagai upaya menghemat energi. Dalam kondisi ekstrem yang berlangsung berhari-hari tanpa asupan, tubuh dapat mulai menggunakan jaringan otot sebagai sumber energi.
Namun, kondisi yang sering disebut sebagai “mode kelaparan” ini umumnya baru terjadi setelah tidak makan dalam waktu yang jauh lebih lama, bukan hanya 24 jam.
Apakah Puasa 24 Jam Aman?
Secara umum, puasa selama 24 jam masih tergolong aman bagi orang yang sehat. Meski demikian, metode ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Individu dengan kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mencoba puasa dengan durasi panjang.
BACA JUGA:Benarkah Puasa Bisa Memperlambat Penuaan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: