Sebenar KDRT

Selasa 17-02-2026,14:06 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Aris Munandar

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

Marah itu lama-lama reda sendiri. Yang membuat reda adalah kenyataan berikutnya: saya dengar cucu Pak Iskan itu punya pabrik sepeda. Tepatnya: perusahaan desain sepeda. Pabrik sepedanya bisa di Taiwan, di Shenzhen, di Dongguan, di mana saja. Tapi ia yang menentukan desainnya. Lalu dirakit di Indonesia.

Hobi sepedaan itu juga melahirkan event-event yang memberi dampak pada pariwisata di dalam negeri. Termasuk event yang membuat cucu menantu Pak Iskan merasakan KDRT: Mainsepeda East Java Journey.

Definisi ''kerja keras'' ternyata sudah berubah di mata generasi baru. Apalagi di generasi yang lebih baru lagi. Mungkin Saya sudah tidak paham apa definisi kerja keras di masa ini.

Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus belepotan lumpur, harus berterik matahari.

"Saya juga berkeringat, berlumpur, dan berterik matahari," gurau cucu Pak Iskan suatu ketika. Ia pun menunjukkan foto sepedanya yang penuh lumpur saat ikut event di negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Ia mengatakan itu seperti sambil promo sepedanya. Mereknya: Wdnsdy.

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Ia sendiri tidak pernah mengakui semua itu tergolong KDRT terhadap istri. Ia memilih kata yang lain: ''School of Suffering'' –sekolah penderitaan. Lalu apa bedanya? (Dahlan Iskan)

Kategori :