Ia juga menekankan pentingnya aspek legalitas dan administrasi dalam pengelolaan destinasi wisata.
Kelengkapan perizinan, standar keamanan, hingga kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian utama agar pengembangan wisata berjalan sesuai ketentuan.
Selain meninjau kondisi fisik lokasi, tim Disbudpar turut memeriksa kelengkapan administrasi operasional guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKU Selatan, Adi Putra, SH, melalui Nana Hartina menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap hadirnya destinasi wisata baru.
BACA JUGA:Gran Fondo Sriwijaya 2025 Ditutup Meriah, Pariwisata OKU Selatan Melonjak
BACA JUGA:Ribuan Warga Padati Festival Danau Ranau 2025, Pariwisata OKU Selatan Makin Bergeliat
Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Keberadaan Kampoeng Kenzo diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong berkembangnya UMKM di Kecamatan Pulau Beringin.
Masyarakat sekitar dapat terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi seperti penyediaan kuliner, jasa parkir, pemandu wisata, hingga penjualan produk lokal.
Di sisi lain, Disbudpar juga mengingatkan agar pengelolaan wisata tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan menjaga nilai-nilai budaya setempat.
Kebersihan, keasrian, serta keseimbangan alam harus tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama wisata desa.
BACA JUGA:Ribuan Warga Padati Festival Danau Ranau 2025, Pariwisata OKU Selatan Makin Bergeliat
BACA JUGA:Gran Fondo Sriwijaya 2025 Ditutup Meriah, Pariwisata OKU Selatan Melonjak
Dalam kesempatan tersebut, tim Disbudpar turut memberikan sejumlah rekomendasi terkait penataan kawasan, peningkatan fasilitas pendukung, serta penguatan kualitas pelayanan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Kampoeng Kenzo sebagai salah satu ikon wisata baru di OKU Selatan.