Miris, Kakek 71 Tahun Diduga Cabuli Gadis 13 Tahun

Jumat 20-02-2026,15:06 WIB
Reporter : Aris Munandar
Editor : Gus Munir

LUBUK BATANG, OKES. NEWS– Selembar uang pecahan Rp10.000 diduga menjadi pintu masuk bagi seorang kakek berusia 71 tahun untuk melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak di bawah umur. 

Peristiwa yang menggemparkan warga Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini terjadi di lokasi yang tak lazim: di samping rel kereta api yang sudah lama tidak berfungsi di Desa Belatung.

Satuan Reserse Kriminal Umum Polres OKU melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pengaduan Masyarakat (PPO) akhirnya mengamankan tersangka SN (71), seorang buruh tani asal Dusun III, Desa Belatung. Kecamatan Lubuk Batang.

 Penangkapan dilakukan pada Rabu (18/2/2026) sekira pukul 14.00 WIB di kantor kepala desa setempat setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian yang menimpa anak mereka.

BACA JUGA:Oknum BPD Resmi Ditahan Kejari OKU Terkait Kasus Dugaan Pencabulan

BACA JUGA:Berdalih Keluarkan Ular dari Perut, Oknum Dukun Diduga Cabuli Anak ABG hingga Hamil

Peristiwa pilu ini bermula pada hari yang sama sebulan sebelumnya, Rabu (21/1/2026). Korban EA (13), seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, sedang berada di belakang rumahnya ketika tersangka memanggilnya. 

"Sini kudai (sini dulu)," ujar SN sambil menyodorkan selembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah kepada bocah malang tersebut.

Setelah korban mendekat, SN mengajaknya menuju ke samping rel kereta api yang berada tidak jauh dari lokasi. 

Di tempat sepi itulah diduga aksi bejat dilakukan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tersangka diduga memeluk EA menggunakan kedua tangannya sambil mencium pipi anak tersebut. 

BACA JUGA:(18+) Pemuda di OKU Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur di Dua Lokasi Berbeda

BACA JUGA:Kejari OKU Pastikan Hukuman Pelaku Cabul Anak Bakal Divonis Maksimal, Keluarga Tuntut Keadilan!

Tak berhenti di situ, tangan kiri tersangka masih memeluk sementara tangan kanannya diduga meremas-remas payudara korban yang masih belia.

Nahas bagi tersangka, aksinya dipergoki oleh seorang pria yang diketahui merupakan saudara korban berinisial AG (mamang). 

Melihat kedatangan warga, baik korban maupun tersangka langsung berlari meninggalkan lokasi kejadian. 

Kategori :