Harga Ayam Potong dan Cabai Merah Turun Sedangkan Daging dan Telur Ayam Tetap

Jumat 20-02-2026,15:16 WIB
Reporter : Aris Munandar
Editor : Gus Munir

SUMSEL - OKES. NEWS- Di hari pertama Ramadan, kemarin (19/2) kondisi sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang relatif lebih sepi dibandingkan sebelummya, di sisi lain harga sejumlah komoditi pokok mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Salah satunya seperti hasil pantauan di Pasar Palimo ayam potong yang sebelumnya dijual Rp45 ribu per kilogram (kg) kini turun menjadi Rp40 ribu per kg. Cabai merah turun menjadi Rp52 ribu per kg dari sebelumnya Rp60 ribu per kg. 

Penurunan juga terjadi pada harga bawang merah dari Rp40 ribu per kg kini menjadi Rp36 ribu per kg. Sementara masih ada juga harga komoditi yang tetap bertahan. Sepeti daging sapi yang masih berada di posisi Rp140 ribu per kg-nya, telur ayam di harga Rp28 ribu per kg dan beras premium yang masih dibanderol di kirasan Rp74 ribu hingga Rp75 ribu per kampilnya.    

Terjadinya penurunan harga beberapa komiditi pokok di hari pertama Ramadan ini disambut baik, terutama oleh para kaum ibu. Mereka berharap agar harganya tetap akan stabil selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri nanti. 

BACA JUGA:4.100 Jiwa Diselamatkan Polisi

BACA JUGA:Bupati Teddy Gelar Salat Tarawih Perdana, Ajak Warga Makmurkan Masjid

“Ya, mulai terjadi penurunan terutama untuk ayam potong mudah-mudahan saja harganya akan tetap stabil dan harganya terjangkau,” imbuh Sri (45), salah seorang ibu rumah tangga yang tengah berbelanja di Pasar Palimo, kemarin (19/2).

Sejumlah pedagang menuturkan bahwa penurunan harga ayam, cabai, dan bawang merah dipicu oleh pasokan yang melimpah dari sentra produksi. Cuaca yang mendukung membuat panen cabai dan bawang lebih baik dibanding bulan lalu.  

“Kalau stok lancar, harga otomatis turun. Tapi daging tetap mahal karena biaya distribusi dan pakan tinggi,” kata Edi seorang pedagang di Pasar Palimo Palembang.

Masyarakat berharap tren penurunan harga ini bisa bertahan lama, terutama menjelang Ramadan yang biasanya memicu lonjakan permintaan. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi agar harga tetap terkendali.  

BACA JUGA:Miris, Kakek 71 Tahun Diduga Cabuli Gadis 13 Tahun

BACA JUGA:Produksi Massal

Dengan kondisi ini, pasar tradisional kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup. Penurunan harga bahan pokok memberi harapan baru bagi masyarakat, sekaligus menjadi tanda bahwa pasokan pangan daerah masih terjaga dengan baik.  

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Perdagangan mulai menggelar pasar murah selama Ramadan di 18 kecamatan se-Kota Palembang sebagai upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi.

Kategori :