OKES. NEWS- Kanker sering dianggap sebagai penyakit yang menakutkan. Namun, kemajuan teknologi medis membuat semakin banyak pengidap kanker mampu menjalani pengobatan dengan baik dan melewati masa kritis.
Salah satu terapi yang umum dilakukan adalah kemoterapi, yang biasanya berlangsung secara berkala. Menjelang bulan puasa, muncul pertanyaan: apakah pengidap kanker boleh berpuasa, dan makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi?
Bolehkah Pengidap Kanker Berpuasa?
Keputusan untuk berpuasa sebaiknya tidak dilakukan tanpa pertimbangan medis. Pengidap kanker umumnya memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda, sehingga perlu mendapatkan persetujuan dokter terlebih dahulu. Jika kondisi dinyatakan stabil dan tidak ada komplikasi serius, sebagian pengidap kanker mungkin diperbolehkan menjalani puasa dengan pengawasan yang tepat.
Hal penting yang harus diperhatikan adalah pemenuhan nutrisi. Selama menjalani terapi seperti kemoterapi, tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup agar tetap kuat dan mampu menjalani proses pengobatan dengan baik.
BACA JUGA:Dampak Puasa bagi Kesehatan Reproduksi: Benarkah Bisa Meningkatkan Kesuburan?
BACA JUGA:Resep Tempe Mendoan, Camilan Hangat Favorit Saat Buka Puasa
Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa
Agar kondisi tubuh tetap terjaga, berikut beberapa jenis makanan yang dapat dipertimbangkan:
1. Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah
Makanan dengan indeks glikemik rendah membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Jenis makanan ini juga memberi energi lebih tahan lama. Contohnya nasi merah, roti gandum, dan sumber karbohidrat tinggi serat lainnya.
2. Sayur dan Buah Beragam
Sayur serta buah kaya akan vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan di dalamnya membantu melindungi sel-sel sehat dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi seperti vitamin C, vitamin A, vitamin E, zinc, dan selenium berperan penting dalam menjaga imunitas.
3. Cukup Minum Air Putih
Kebutuhan cairan harus tetap terpenuhi selama puasa. Minum air yang cukup saat sahur dan berbuka membantu mengurangi efek samping pengobatan seperti diare atau muntah, sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.