Warga Sumsel Bisa Lihat Gerhana Bulan Total

Jumat 06-03-2026,15:10 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Aris Munandar

JAKARTA, OKES. NEWS- Hampir semua wilayah di Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total pada hari ini (3/3). Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga berakhir lamanya mencapai 5 jam 41 menit 51 detik. 

Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase totalitas di mana bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Nah, wilayah Sumsel salah satu yang dapat melihat fenomena alam ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), warga di Sumatara Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumsel, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dapat melihat gerhana pada puncaknya pukul 18.33 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.  

Adapun Aceh dan Sumatara Utara dapat menyaksikan mulai kontak Umbra III pukul 19.03 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB. Wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo dapat menyaksikan mulai kontak Umbra II pukul 18.03 WIB atau 19.03 WITA hingga berakhir pukul 20.17 WIB atau 21.17 WITA. 

BACA JUGA:Pastikan Perlindungan di Tengah Konflik Iran

BACA JUGA:Kurir Paket di Palembang Cabuli Bocah

Sedangkan wilayah Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan dapat mengamati gerhana sejak kontak Umbra I pukul 17.49 WITA atau 18.49 WIT hingga berakhir pada kontak Umbra IV pukul 21.17 WITA atau 22.17 WIT. 

“Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama. Gerhana bulan total ini terjadi kerena posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis sejajar. 

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Fachri Radjab menjelaskan, berdasarkan data BMKG, gerhana bulan total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB. Kemudian mencapai puncak gerhana bulan pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.  

Berdasarkan prediksi BMKG, tahun ini akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan. “Namun, hanya gerhana bulan total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia,” jelas dia. Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Stabilkan Harga Elpiji Lewat Operasi Pasar Murah

BACA JUGA:Cegah Kriminalitas, Warga Rutin Gelar Ronda Malam

Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak umat Islam melaksanakan salat gerhana bulan total (khusuf al-qamar) hari ini. “Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt. Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Arsad Hidayat.

Kategori :