Kejanggalan lain juga ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh sopir maupun kerusakan pada kendaraan pickup yang dikendarainya.
“Tidak ada luka pada tubuh sopir dan kendaraan juga tidak mengalami kerusakan. Ia hanya mengaku uang Rp17 juta yang dibawanya hilang setelah dibegal,” ungkap Kapolsek.
Selain itu, kondisi jalan di lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian diketahui sedang dalam proses perbaikan.
Karena adanya sejumlah kejanggalan tersebut, polisi belum dapat memastikan kebenaran klaim pembegalan yang disampaikan sopir pickup itu.
Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OKU Timur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
BACA JUGA:Tembak Petani, Tersangka Begal Ditangkap Saat Kabur ke Bakauheni
BACA JUGA:Tusuk Korban, Satu Terduga Pelaku Begal Dibekuk Warga
“Kami masih mendalami keterangan yang bersangkutan. Belum bisa dipastikan apakah benar terjadi pembegalan atau ada kemungkinan hal lain. Kasus ini sudah kami limpahkan ke Satreskrim Polres OKU Timur,” tegas Jendri.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres OKU Timur, Iptu Rendi Ramadhona SH, membenarkan adanya laporan awal terkait dugaan peristiwa tersebut.
“Informasi itu memang ada. Awalnya ditangani oleh Polsek BP Peliung, kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres OKU Timur,” ujarnya.
Dalam keterangannya kepada polisi, sopir pickup itu mengaku berangkat dari BK 12 Belitang menuju Muara Enim untuk mengambil muatan buah nangka.
Saat melintas di Jalan Irigasi, ia mengklaim dihadang oleh pelaku yang membawa senjata tajam jenis parang.
BACA JUGA:Begal Sadis Penumpang Travel Dibekuk Polisi di OKU Timur
BACA JUGA:Warga OKU Timur Ditembak Begal Bersenjata Api, Motor Dibawa Kabur
Ia juga mengaku sempat dipukul dan diancam akan diserang menggunakan senjata tajam oleh pelaku. Namun dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya luka pada tubuhnya.
“Dia mengaku dipukul dan hampir diserang dengan kapak atau parang, tetapi tidak ditemukan luka sama sekali,” kata Rendi.