BATURAJA, OKES.NEWS – Menyikapi munculnya wacana penerapan pembelajaran daring di tengah isu penghematan energi nasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayahnya tetap berjalan secara tatap muka.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, guna menjawab keresahan orang tua murid yang sempat khawatir akan adanya perubahan sistem pembelajaran.
“Kami pastikan untuk OKU tidak ada perubahan. Kegiatan belajar tetap berjalan normal di sekolah dengan sistem tatap muka,” tegas Kadarisman, Kamis (26/3/2026).
Menurut Kadarisman, pembelajaran langsung di kelas masih menjadi metode paling efektif dalam menjaga kualitas pendidikan, sekaligus memastikan pengawasan terhadap siswa berjalan optimal.
BACA JUGA:Bupati OKU Harapkan Bansos PKH, BPNT dan Sembako Kepada 612 KPM Dimanfaatkan Optimal
Ia menilai interaksi antara guru dan siswa secara langsung menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar.
“Kalau tatap muka, anak-anak lebih terpantau. Interaksi dengan guru juga lebih maksimal dibandingkan jika belajar dari rumah,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga mendukung kebijakan pemerintah pusat yang tidak menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional.
Menurutnya, keputusan tersebut tepat guna menghindari potensi penurunan kualitas pembelajaran atau learning loss yang dapat berdampak pada masa depan peserta didik.
“Pendidikan ini menyangkut masa depan generasi. Jadi harus dipastikan berjalan optimal. Kami di daerah tentu mengikuti kebijakan pusat yang mengutamakan pembelajaran luring,” katanya.
BACA JUGA:Ditertibkan, Satpol PP OKU Angkut Gerobak Pedagang yang Membandel di Taman Kota
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan tidak ada rencana pemberlakuan pembelajaran daring. Proses belajar siswa tetap dilaksanakan secara normal selama lima hari dalam sepekan.
Wacana pembelajaran daring sempat mencuat seiring pembahasan strategi penghematan energi akibat dinamika global. Namun, hasil koordinasi lintas kementerian memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas dan tidak terdampak kebijakan tersebut.
Dengan demikian, seluruh sekolah di Kabupaten OKU dipastikan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, guna menjaga kualitas pendidikan dan perkembangan akademik siswa tetap optimal.*