BATURAJA, OKES.NEWS – Dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah kini terasa hingga ke sektor usaha kecil di daerah, termasuk di Baturaja.
Kenaikan harga bahan baku plastik mulai menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kemasan untuk menunjang produksi.
Lonjakan harga tersebut memaksa pelaku usaha mengambil langkah bertahan.
Mulai dari mengurangi penggunaan plastik dan terpaksa menaikkan harga jual produk dilakukan demi menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan ekonomi global yang belum stabil.
Salah satu pelaku UMKM di Baturaja, Reni, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan tersebut.
Pemilik usaha AA Cake Decoration itu menyebut harga plastik, khususnya kantong kresek, mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat.
“Naiknya drastis, biasanya plastik sebal Rp38.000 sekarang bisa sampai Rp65.000. Terpaksa tetap beli meskipun mahal,” ujar Reni.
Kondisi ini membuat pelaku usaha tertekan tak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual. Namun, langkah tersebut berdampak langsung pada penurunan penjualan karena daya beli konsumen ikut tergerus.
BACA JUGA:Beneran Ada yang Bergerak di Bulan? Ini Penjelasan NASA
BACA JUGA:Dua Pemuda di OKU Gasak Motor dan Ponsel Berhasil Dibekuk
Fenomena ini menunjukkan betapa rentannya sektor UMKM terhadap fluktuasi harga bahan baku yang dipengaruhi faktor eksternal. Kenaikan harga plastik tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga memicu efek berantai terhadap harga jual dan minat beli masyarakat.
Pelaku usaha kini berada dalam posisi sulit di satu sisi harus menjaga kualitas produk, di sisi lain dituntut menekan biaya agar tetap kompetitif di pasar. Sementara itu, konsumen mulai merasakan dampak kenaikan harga yang tidak terhindarkan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin produktivitas UMKM akan mengalami penurunan secara luas, terutama bagi usaha kecil yang sangat bergantung pada penggunaan plastik sebagai bagian utama operasional mereka.