“Kedepan akan kita bangun laboratorium kultur jaringan di OKU. Melalui fasilitas ini kita bisa mengembangkan tanaman-tanaman yang mulai berkurang bahkan terancam hilang, seperti Durian Tembaga, Durian Semengok Sakti, serta beberapa varietas duku khas OKU,” tegas Teddy.
Program ini dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga plasma nutfah lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan teknologi kultur jaringan, bibit unggul dapat diproduksi secara massal sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan agrowisata, hingga memperkuat posisi OKU sebagai daerah penghasil buah unggulan di Sumatera Selatan.