Petani OKU Timur harapkan Sumur Bor dan Jembatan

Kamis 16-07-2026,13:35 WIB
Reporter : Kholid
Editor : Gus Munir

Selain menghadapi tingginya biaya irigasi, petani juga masih terkendala akses transportasi yang belum memadai. 

Hingga kini belum tersedia jembatan yang menghubungkan Desa Karang Negara dengan jalan utama karena wilayah tersebut dipisahkan oleh Sungai Komering.

Kondisi ini membuat biaya distribusi hasil panen ikut meningkat. Gabah harus diangkut menggunakan jasa ojek dari sawah menuju tepian sungai dengan tarif berkisar Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per karung berkapasitas sekitar 100 kilogram.

Setelah itu, gabah kembali dipindahkan menggunakan perahu ketek untuk menyeberangi Sungai Komering dengan biaya sekitar Rp6 ribu per karung sebelum akhirnya dapat diangkut menggunakan kendaraan menuju tempat tujuan.

"Sudah lama kondisinya seperti ini. Hasil panen tidak bisa langsung dibawa kendaraan karena belum ada jembatan, jadi harus pakai ojek dulu lalu diteruskan naik perahu ketek," ungkapnya.

Menurut Saluddin, keterbatasan pasokan air saat kemarau juga berdampak pada pertumbuhan tanaman padi. 

Tanaman tidak dapat berkembang secara optimal apabila kebutuhan air tidak terpenuhi, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas saat panen.

Di sisi lain, kondisi lahan yang lebih kering mempercepat pertumbuhan gulma dan rumput liar. 

Akibatnya, petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk membersihkan lahan agar tanaman padi tetap tumbuh dengan baik.

Para petani berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan tersebut. 

Salah satu yang paling dibutuhkan adalah pembangunan sumur bor sebagai sumber irigasi alternatif sehingga ketergantungan terhadap penyedotan air dari Sungai Komering dapat dikurangi.

Selain itu, pembangunan jembatan juga dinilai sangat mendesak karena akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, sehingga biaya angkut yang selama ini membebani petani dapat ditekan.

"Harapan kami ada bantuan sumur bor agar biaya BBM berkurang dan kebutuhan air sawah tetap terjamin saat kemarau. Kami juga berharap jembatan segera dibangun supaya akses masyarakat dan hasil pertanian lebih lancar," tutup Saluddin.

 

Kategori :