BYD Atto 2: EV Murah dengan Jarak Tempuh Setara Mobil Mahal

Minggu 20-09-2026,10:33 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS - Dunia mobil listrik murah di China lagi ramai banget, dan kali ini giliran BYD yang bikin gebrakan lewat Atto 2 Feichi Edition. Buat yang belum tahu, Atto 2 ini sebenarnya sudah jadi salah satu jagoan BYD di kelas crossover mungil, tapi versi terbaru ini datang dengan strategi yang cukup nyeleneh. Alih-alih ngasih opsi mesin lebih kencang di trim atas seperti biasanya, BYD justru menyeragamkan semua varian pakai satu motor listrik front-mounted permanent-magnet yang sama, 70 kW dengan torsi 180 Nm. Buat yang dulu sempat kesengsem sama varian tertinggi yang tembus 130 kW, wajar kalau kali ini agak kaget. Tapi menurut saya pribadi, keputusan ini justru masuk akal kalau target pasarnya memang city car harian, bukan mobil buat kebut-kebutan di jalan tol.

Dimensi Bongsor, Tapi Tetap Lincah di Gang Sempit

Secara ukuran, Atto 2 Feichi Edition tumbuh jadi 4.310 mm panjang, 1.830 mm lebar, dan 1.675 mm tinggi, dengan wheelbase 2.620 mm. Angka ini bikin BYD ini sejajar sama rival beratnya, Geely Xingyuan, yang sampai Agustus kemarin sudah laku lebih dari 260 ribu unit di pasar domestik. Meski begitu, bodinya masih cukup ramping buat menyelinap di gang-gang sempit khas perkotaan, jadi nggak perlu takut ribet parkir meski tampilannya terlihat seperti SUV mini yang gagah.

Baterai Blade Makin Gendut, Jarak Tempuh Tembus 501 Km

Ini dia bagian yang bikin banyak orang penasaran. BYD menanamkan baterai Blade LFP terbaru berkapasitas 51,13 kWh besutan FinDreams, yang mendongkrak jarak tempuh CLTC sampai 501 km, naik 25 persen dari generasi sebelumnya yang cuma 401 km. Kalau dikonversi ke standar WLTC yang lebih realistis, perkiraannya ada di kisaran 370 km. Buat kamu yang selama ini mikir EV entry-level cuma cocok buat harian doang, kehadiran baterai ini jelas mengubah kalkulasi buat rencana jalan-jalan akhir pekan. Belum lagi fitur fast charging DC yang bisa ngisi dari 30 ke 80 persen cuma dalam 30 menit, rasanya "range anxiety" bakal jadi cerita masa lalu.

Kabin Makin Modern, Tapi Ada "Jebakan" di Pilihan Fitur

Interior Atto 2 Feichi Edition juga dapat sentuhan segar, mulai dari tuas transmisi yang dipindah ke stalk kolom kemudi biar ruang di bawah dashboard lebih lega, lengkap dengan wireless charger 50W berpendingin udara. Trim atas menawarkan warna baru Energetic Yellow dan Oxygen Blue di atas velg aero 17 inci, dipadu layar sentuh 12,8 inci yang bisa diputar dengan sistem DiLink 100, plus panel instrumen 8,8 inci dan voice recognition empat zona. Kursi belakang lipat 60:40 bikin kapasitas bagasi bisa membengkak sampai 1.320 liter.

Yang menarik, BYD memainkan strategi harga cukup licik di sini. Varian tertinggi dibanderol RMB 104.800 atau sekitar €13.340, tapi fitur ADAS canggih DiPilot C dengan Highway Navigation on Autopilot justru nggak bisa didapat bareng baterai jarak jauh 501 km dalam satu trim yang sama. Jadi konsumen harus milih, mau jarak tempuh jauh atau mau fitur setengah otonom, nggak bisa dua-duanya sekaligus. Menurut saya, ini murni taktik BYD biar harga dasar tetap menggoda, sambil tetap "memancing" pembeli yang mau upgrade demi fitur pintar.

Dari sisi penjualan, Atto 2 sekeluarga sudah tembus lebih dari 22 ribu unit per bulan di pasar domestik, jadi kontributor besar buat total volume BYD secara keseluruhan. Kalau produsen mobil bisa menghadirkan crossover listrik dengan jarak tempuh sejauh ini, kualitas rakitan solid, dan teknologi selengkap ini dengan harga setara mobil bekas layak pakai di Barat, rasanya wajar kalau banyak yang bilang playbook mobil murah versi lama sudah resmi tamat riwayatnya — setidaknya di China.

Kategori :