OKES.NEWS - Industri kendaraan listrik China kembali dihebohkan dengan kehadiran pemain baru yang langsung tancap gas sejak hari pertama meluncur. Fang Cheng Bao, sub-brand performa milik BYD yang selama ini dikenal lewat lini off-roader Leopard dan SUV Titan, akhirnya resmi memperkenalkan dua sedan listrik perdananya, Formula S dan Formula S GT, pada 16 September 2026. Dan yang bikin banyak orang terkejut bukan cuma soal desain atau teknologinya, melainkan strategi harga yang jujur saja, cukup agresif untuk ukuran mobil dengan spesifikasi sekelas ini.
Saya sendiri melihat langkah BYD kali ini sebagai salah satu gebrakan paling berani sepanjang 2026. Bagaimana tidak, Formula S dan Formula S GT hadir dengan misi yang jelas, yaitu menggoyang dominasi Tesla Model 3 dan Xiaomi SU7 di segmen sedan listrik kelas menengah-atas China yang selama ini dikuasai kedua nama besar tersebut.
Desain Sporty dengan Dua Pilihan Bodi Berbeda
Formula S hadir dalam bentuk liftback sedan dengan panjang 5.060 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.483 mm, dan wheelbase 2.960 mm. Koefisien hambatan udaranya cukup impresif di angka Cd 0,22, menandakan mobil ini memang dirancang serius untuk urusan aerodinamika demi mengejar efisiensi jarak tempuh.
Sementara itu, varian Formula S GT tampil sebagai shooting brake alias sedan berbodi wagon dengan panjang 5.025 mm (atau 5.095 mm jika memakai opsi tow hitch), lebar yang sama persis 1.967 mm, namun tinggi sedikit lebih rendah di 1.458 mm. Cd-nya berada di angka 0,25. Menariknya, meski tampil dengan profil rendah dan sporty, kedua mobil ini justru punya jejak bodi yang lebih besar dibanding Tesla Model 3.
Tenaga Buas sampai 657 Tenaga Kuda
Buat yang doyan performa, Fang Cheng Bao Formula S menawarkan tiga pilihan drivetrain. Varian RWD motor tunggal entry-level dibekali motor 245 kW atau setara 329 tenaga kuda, sedangkan versi RWD motor tunggal yang lebih tinggi mengusung 300 kW atau sekitar 402 tenaga kuda. Namun yang paling menggoda tentu saja varian AWD dual-motor, kombinasi motor depan 190 kW dan belakang 300 kW ini menghasilkan tenaga gabungan 490 kW atau setara 657 tenaga kuda, dengan top speed mentok di 240 km/jam untuk seluruh lini.
Baterai Blade Generasi Kedua dan Fast Charging Kilat
Dapur pacu Formula S mengandalkan baterai Blade Battery generasi kedua berbasis kimia LFP dari BYD, tersedia dalam dua kapasitas yaitu 76,744 kWh dan 92,093 kWh. Untuk urusan jarak tempuh, klaim CLTC-nya cukup mengesankan, mulai dari 730 km untuk varian RWD dengan baterai lebih kecil hingga tembus 900 km untuk varian long-range dengan baterai lebih besar. Perlu diingat, angka CLTC ini biasanya lebih tinggi dibanding standar WLTP atau EPA, jadi jarak tempuh di kondisi nyata kemungkinan akan sedikit lebih rendah.
Yang tak kalah menarik adalah teknologi Flash Charging andalan BYD. Formula S diklaim mampu mengisi daya dari 10 ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar 5 menit saja, sementara pengisian dari 10 ke 97 persen bisa rampung dalam kurang lebih 9 menit. Kalau klaim ini terbukti di dunia nyata, urusan isi daya bakal terasa hampir secepat mengisi bensin di SPBU.
Harga Mengejutkan, Jauh di Bawah Ekspektasi Pre-Order
Ini bagian yang paling saya soroti. Saat pre-order dibuka sebelumnya, Fang Cheng Bao sempat membanderol kisaran harga di angka 230.000 hingga 280.000 yuan. Namun begitu resmi meluncur, harga aktualnya justru jauh lebih murah dari perkiraan tersebut.
Varian entry Formula S dengan baterai 76,7 kWh dan jarak tempuh klaim 730 km CLTC dibanderol mulai 189.900 yuan atau setara sekitar 28.000 dolar AS. Naik ke varian long-range RWD dengan baterai 92,1 kWh dan jarak hingga 900 km, harganya berada di kisaran 209.900 yuan. Sedangkan varian AWD dual-motor dibanderol mulai 229.900 yuan ke atas tergantung kapasitas baterai dan kelengkapan fitur. Artinya, harga jual resmi ini sekitar 40.100 yuan lebih murah dibanding batas bawah harga pre-order yang sempat diumumkan sebelumnya, sebuah strategi yang menurut saya cukup cerdik untuk menarik minat pasar sejak awal peluncuran.
Suspensi Pintar DiSus dan Kabin Minimalis Berorientasi Pengemudi
Fang Cheng Bao juga membekali Formula S dengan sistem kontrol bodi cerdas DiSus. Varian RWD tertentu mendapatkan DiSus-C sebagai standar, sementara trim yang lebih tinggi dan varian AWD kebagian DiSus-A atau DiSus-M yang mengatur peredaman, gerakan bodi, hingga kenyamanan berkendara secara adaptif, konsepnya mirip dengan sistem suspensi aktif kelas atas pada mobil-mobil premium.
Dari sisi interior, penampakan yang sempat dipamerkan di Chengdu Auto Show Agustus 2026 memperlihatkan kabin bergaya minimalis dengan orientasi kuat ke pengemudi, layar sentuh sentral berukuran besar, dan instrument cluster digital. Sistem infotainment mengusung platform DiLink terbaru milik BYD, meski detail spesifik seperti ukuran layar dan chipset masih bervariasi tergantung sumber dan trim yang dipilih.
Sudah Bisa Dibeli di China, Bagaimana dengan Pasar Lain?
Per 16 September 2026, Fang Cheng Bao Formula S dan Formula S GT sudah resmi meluncur dan mulai dijual di pasar China. Untuk kehadiran di pasar internasional lain, termasuk kemungkinan masuk ke Asia Tenggara, sampai saat ini belum ada kepastian resmi dari pihak BYD maupun Fang Cheng Bao.
Yang jelas, dengan kombinasi desain aerodinamis, performa hingga 657 tenaga kuda, jarak tempuh sampai 900 km, fast charging super cepat, dan yang paling penting harga yang lebih terjangkau dari perkiraan, Formula S berpotensi jadi ancaman serius buat Tesla Model 3 dan Xiaomi SU7 di kandang sendiri. Menarik untuk ditunggu bagaimana respons pasar China terhadap kehadiran pendatang baru yang langsung bermain agresif di lini harga ini.