Wayang Kulit Jadi Spiritualitas Sambut Ramadhan

Wayang Kulit Jadi Spiritualitas Sambut Ramadhan

Masyarakat Dusun Purwodono, Desa Batumarta 2, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar wayang kulit menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.-Istimewa-

BATURAJA, OKES.NEWS- Suasana religius dan kearifan budaya lokal menyatu dalam pagelaran wayang kulit yang digelar masyarakat Dusun Purwodono, Desa Batumarta 2, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa malam (3/2/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Pagelaran wayang kulit tersebut mengusung tema “Nguri-uri Budoyo Gondhelan Piwulang Agomo”, yang menekankan pentingnya pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat. 

Pertunjukan dipimpin oleh dalang Ki Doto Asmoro yang dikenal konsisten mengangkat pesan moral dan spiritual dalam setiap pementasannya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi penyerahan tokoh wayang, doa bersama, pertunjukan wayang kulit, hingga penutup yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

BACA JUGA:Chemistry Kuat di Tiba Tiba Brondong, Tatjana Saphira–Fadi Alaydrus Diisukan Pacaran

BACA JUGA:Dua Pria di OKU Diduga Pengedar Narkotika Digulung Polisi

Dalang Ki Doto Asmoro menjelaskan bahwa tradisi pagelaran wayang kulit menjelang Ramadhan merupakan warisan budaya yang mengandung nilai edukasi dan spiritual. 

Tradisi ini menjadi media penyampaian pesan moral sekaligus sarana syiar Islam yang telah berlangsung secara turun-temurun di tengah masyarakat.

“Tradisi ini dikenal dengan istilah Megengan atau Punggahan, yang mengandung makna pengingat bagi masyarakat untuk membersihkan hati dan mempersiapkan diri dalam menjalani ibadah puasa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Warga setempat, pelajar, mahasiswa, hingga aparat kepolisian dan perangkat desa turut hadir menyaksikan jalannya pertunjukan yang sarat makna kebersamaan dan pelestarian nilai luhur budaya.

Melalui pagelaran ini, masyarakat berharap tradisi Megengan tetap lestari serta menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan spiritual masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan. 

BACA JUGA:Setelah Hiatus 2 Tahun, Papinka Kembali dengan Single “Cinta Berakhir Luka”

BACA JUGA:7 Rekomendasi Outfit Set untuk Bukber, Tampil Stylish, Sopan, dan Nyaman

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: