Mati Kekenyangan

Mati Kekenyangan

Masjid Nabi Daniel di Mesir. Makam Nabi Lukman bersebelahan dengan Masjid Daniel. -DAHLAN ISKAN-

Alexandria memang pernah menjadi ibu kota Mesir: hampir selama 1000 tahun. Sebelum akhirnya pindah ke Kairo.

Cuaca Alexandria juga lebih enak daripada Kairo. Pun sampai sekarang. Maka di musim panas penduduk kota ini bertambah tiga juta orang --dari biasanya lima juta. Orang kaya Kairo menghindari panas 46 derajat dengan pergi ke Alexandria.

Berakhirnya kerajaan di Mesir baru terjadi ketika saya berumur satu tahun. Republik Mesir tujuh tahun lebih muda dari Republik Indonesia.

Kita merdeka dengan mengusir Belanda. Mesir merdeka dengan mengusir raja.

Tahun-tahun itu rakyat Mesir sangat marah kepada raja: tidak bersikap apa-apa saat negara Israel mulai didirikan di Jerusalem –menduduki Palestina. Bahkan Israel akhirnya menguasai 20 persen wilayah Mesir: seluruh dataran Sinai diduduki Israel.

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Raja Farouq memang tidak pernah mikir apa-apa kecuali wanita, wanita dan minuman gila. Hobi lainnya: makan enak dan sangat enak. Makannya harus selalu masakan Prancis dari chef terbaik yang didatangkan ke Alexandria. 

Pun ketika sudah mengungsi ke Napoli. Lalu ke Roma. Ia tetap mengoleksi wanita –termasuk Miss Italia saat itu. Akhirnya Raja Farouq meninggal dunia. Penyebabnya, kata rakyat Mesir yang kelaparan: makan kekenyangan. Versi politiknya: mati diracun.

Waktu mengusir raja itu Gamal Abdul Nasser masih letnan kolonel. Lantas jadi presiden pertama Mesir. Jasa terbesarnya adalah: membebaskan Kairo dari banjir abadi. Setiap Sungai Nil meluap wilayah kanan kiri sungai itu terendam air.

Nasser membangun Bendungan Aswan –nun di hulu Sungai Nil. Dananya tidak cukup. Nasser ambil keputusan besar: mengambil alih Terusan Suez.

Sebenarnya investor swasta Prancis itu masih punya hak konsesi 12 tahun lagi. Nasser perlu dana. Konsesi 99 tahun itu pun diakhiri 12 tahun lebih cepat.

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

Tapi itu bukan nasionalisasi secara paksa. Dapat ganti rugi. Toh sudah mengelolanya selama hampir 80 tahun. Sudah balik modal sejak lama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: