Mati Kekenyangan

Mati Kekenyangan

Masjid Nabi Daniel di Mesir. Makam Nabi Lukman bersebelahan dengan Masjid Daniel. -DAHLAN ISKAN-

Kini terusan Suez menjadi penghasil devisa terbesar kedua bagi Mesir: sekitar USD12 miliar setahun. Yang pertama: dari remiten tenaga profesional Mesir yang bekerja di luar negeri. Utamanya di Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait. Mereka menjadi profesional perminyakan.

Baru posisi ketiga didapat dari hasil pariwisata: jualan Firaun.

Wilayah yang dulunya bencana abadi pun lantas menjadi tanah pertanian yang subur: delta Sungai Nil. Lebarnya 200 km, panjangnya 400 km. Mesir ekspor buah kurma, jeruk, dan sayur.

Rasanya Bung Karno kalah oleh sahabat baiknya dari Mesir itu. Coba Anda ingat: apa monumen kemajuan ekonomi peninggalan Bung Karno. Di akhir pemerintahan Bung Karno inflasi 600 persen.

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

Nasser meninggalkan Aswan, Suez dan wilayah besar pertanian. Tiga-tiganya jadi penghasil devisa negara sepanjang masa.

Pun Firaun, mewariskan devisa sepanjang masa. Sejarah kian menarik dibaca di kurun yang kian jauh. (Dahlan Iskan)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: