Pertunjukan Darurat
Presiden Donald Trump-Istimewa-
Keputusan Mahkamah Agung itu tentu membuat Trump luar biasa marah. Bukan saja reputasinya kian hancur juga ambisinya memajukan Amerika kandas! Ia pasti punya perasaan: di negara demokrasi itu sulit membuat terobosan demi kemajuan bangsa!
Padahal dengan tarif barunya itu Trump ingin agar Amerika jangan lagi hanya dijadikan pasar oleh negara lain. Agar harga barang dari negara lain kian mahal. Lalu rakyat Amerika terpaksa membeli barang produk Amerika sendiri. Industri di Amerika pun akan seperti laki-laki yang baru dapat viagra.
Memang uang masuk dari kenaikan tarif itu bertambah deras. Pendapatan Amerika dari bea masuk itu naik drastis: dari USD10 miliar menjadi USD30 miliar. Defisit perdagangannya menyempit.
Tapi apakah industri dalam negeri Amerika kembali tegak? Tidak. Pembeli di Amerika tetap membeli barang impor dengan harga baru. Akibatnya inflasi naik. Rakyat berteriak: harga-harga kian mahal.
Apakah lowongan kerja di Amerika kian banyak? Tidak. Selama tarif itu justru terjadi PHK sebanyak 90.000 orang. (Jangan dibayangkan kena PHK di sana itu susah. Di samping pesangonnya tinggi, gampang cari pekerjaan lain). Intinya tujuan memajukan industri di dalam negeri belum tercapai. Entah kalau tarif baru itu bisa berlangsung dalam kurun yang lama.
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Sayangnya tidak sampai satu tahun. Sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Putusan itu final. Tidak bisa naik banding. Trump harus melaksanakannya. Kalau tidak ia dianggap melanggar konstitusi. Dilengserkan.
Trump jadi presiden bulan Januari 2025. Februari sudah menetapkan tarif baru. April sudah berlaku --disebut sebagai Hari Kemerdekaan Amerika yang kedua.
Pokoknya Trump jadi jagoan terhebat sedunia. Tembak sana tembak sini. Semua lawannya tewas. Hanya ada satu yang pura-pura tewas: Mark Carney. Lalu jadi hantu bagi Amerika.
Mungkinkah Trump tetap berlaku sebagai jagoan galak di depan Mahkamah Agung? Mungkinkah Trump tidak melaksanakan perintah itu?
Secara normal tidak mungkin. Tapi Trump bukan orang normal. Ia upnormal --meminjam nama sebuah restoran di Bandung yang semula saya baca abnormal.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
Trump petarung sejati. Di tengah kejengkelan dan kemarahannya ia bisa cari cara lain: tetap mengenakan tarif bea masuk tinggi dengan cara mengganti dasar hukumnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: