RayNeo X3 Pro Debut di CES 2026, Kacamata AR Bisa Internet Sendiri Pakai eSIM

RayNeo X3 Pro Debut di CES 2026, Kacamata AR Bisa Internet Sendiri Pakai eSIM

RayNeo X3 Pro (Foto technode)--

OKES.NEWS - Ajang CES 2026 kembali menjadi panggung lahirnya gadget masa depan, dan salah satu yang paling mencuri perhatian adalah RayNeo X3 Pro. Kacamata AR (Augmented Reality) ini langsung jadi sorotan karena membawa konsep AR glasses yang benar-benar mandiri, tanpa harus selalu terhubung ke smartphone. Dengan kombinasi layar super terang, AI canggih, dan konektivitas inovatif, RayNeo X3 Pro jelas menargetkan pengguna yang ingin merasakan masa depan wearable secara praktis dan nyata.

Desain AR Mandiri, Tak Lagi Bergantung Smartphone

Berbeda dari banyak kacamata AR generasi sebelumnya, RayNeo X3 Pro dirancang untuk penggunaan phone-free. Artinya, pengguna bisa mengakses aplikasi, navigasi, hingga fitur AI langsung dari kacamata tanpa harus menempelkan ponsel di saku. Konsep ini membuat pengalaman AR terasa lebih natural dan relevan untuk aktivitas sehari-hari, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

RayNeo menyebut pendekatan ini sebagai langkah awal menuju spatial computing mandiri, di mana kacamata AR bukan lagi sekadar aksesori, tetapi perangkat utama.

Layar Micro LED Terang hingga 6.000 Nits

Salah satu keunggulan utama RayNeo X3 Pro ada pada sektor tampilan. Kacamata ini menggunakan binocular full-color Micro-LED display dengan resolusi 640x480 dan field of view sekitar 30 derajat. Angka yang paling mencolok tentu saja tingkat kecerahannya yang mencapai 6.000 nits, membuat konten tetap terlihat jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Dalam penggunaan nyata, layar ini mensimulasikan tampilan seperti layar mengambang 43 inci yang terlihat dari jarak sekitar dua meter, cukup tajam untuk membaca teks, melihat navigasi, atau menikmati konten visual ringan.

Performa Snapdragon AR1 dan AI Gemini Selalu Aktif

Di balik bodinya, RayNeo X3 Pro ditenagai Qualcomm Snapdragon AR1 Gen1, chipset khusus perangkat AR. Dukungan ini memungkinkan berbagai aplikasi berjalan langsung di kacamata, mulai dari TikTok, Instagram, WhatsApp, hingga fitur teleprompter dan navigasi.

Yang paling menarik, RayNeo membenamkan AI assistant berbasis Google Gemini yang selalu aktif. Fitur ini memungkinkan terjemahan real time, pencarian kontekstual, hingga navigasi heads-up hanya dengan perintah suara atau gesture. Untuk kreator maupun profesional, ini bisa menjadi nilai jual besar.

Varian eSIM 4G, Menuju AR Tanpa Batas

RayNeo juga memamerkan prototipe Project eSIM, yang diklaim sebagai kacamata AR konsumen pertama dengan eSIM dan koneksi 4G bawaan. Jika terealisasi, pengguna bisa melakukan panggilan, streaming musik, chatting AI, dan terjemahan bahasa tanpa perangkat tambahan apa pun. Meski masih berstatus prototipe, konsep ini memperlihatkan arah serius RayNeo dalam menghadirkan AR yang sepenuhnya independen.

Harga dan Ketersediaan

RayNeo X3 Pro dibanderol mulai USD 1.299, dengan harga early bird USD 1.099 sesaat setelah CES 2026. Untuk versi eSIM, belum ada jadwal rilis resmi, namun RayNeo menegaskan ini adalah fondasi penting bagi masa depan kacamata AR mandiri.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: