Banner hut oku

Konsep DJ Controller Berbentuk Donat Ini Bikin Mixing Musik Bisa Dilakukan di Mana Saja!

Konsep DJ Controller Berbentuk Donat Ini Bikin Mixing Musik Bisa Dilakukan di Mana Saja!

TUNO (Foto istimewa)--

OKES.NEWS - Kalau kamu mengira perangkat DJ itu pasti ribet, besar, dan penuh knob, TUNO siap mematahkan anggapan itu. Perangkat konseptual berbentuk cincin ini dirancang untuk mixing dua lagu cukup dengan satu genggaman tangan. Tapi sebelum kamu buru-buru cari harganya, ada satu hal penting: TUNO masih sebatas konsep.

Apa Itu TUNO? Konsep DJ Controller Portabel Berbentuk Cincin

TUNO adalah konsep DJ controller portabel buatan desainer industri sekaligus DJ asal Korea Selatan, Chaewon Lee. Ukurannya kira-kira sebesar CD dan didesain muat di satu tangan. Idenya adalah merangkum setup dua deck CDJ yang biasanya makan tempat satu meja menjadi perangkat “donat” yang bisa dibawa ke mana saja.

Perangkat ini terhubung ke aplikasi musik lewat Bluetooth, dengan opsi kabel lewat port strap yang bisa dilepas. Ada juga earbuds nirkabel yang bisa disimpan di dalam cincin, jadi semuanya terasa seperti satu paket portabel.

Menurut pandangan saya, ini bukan sekadar desain yang enak dilihat. Konsep ini menjawab pertanyaan yang jarang dibahas: seberapa kecil perangkat DJ bisa dibuat tanpa kehilangan rasa “memegang” musiknya?

Kenapa Bentuknya Cincin? Riset Gerakan Tangan DJ Jadi Kuncinya

Bagian ini yang paling menarik dan jarang diulas. Chaewon Lee mengembangkan TUNO lewat program Samsung Design Membership. Ia mengamati tiga DJ aktif yang memakai Pioneer CDJ RX-3, lalu menelusuri dan menumpuk jejak gerakan tangan mereka dari rekaman sesi mixing.

Hasilnya ada dua temuan utama. Pertama, deck DJ dipakai secara simetris. Kedua, gerakan tangan DJ cenderung membentuk pola melingkar. Dua temuan inilah yang melahirkan bentuk cincin simetris TUNO. Jadi bentuk donatnya bukan gaya-gayaan, melainkan hasil membaca kebiasaan tangan DJ sungguhan.

Fitur TUNO: Cara Mixing Lagu Tanpa Knob Ribet

Fitur-fiturnya terbilang kreatif, dan beberapa terasa seperti “kenapa tidak dari dulu begini?”.

Beat Matching dengan Tombol Putar

Tombol atas berpegas bisa diputar, memberi sensasi mirip jog wheel untuk menyamakan beat dua lagu.

EQ dan Efek Cukup dengan Click Wheel

Click wheel dipakai memilih frekuensi tinggi, mid, atau rendah, lalu tombol scroll mengatur levelnya. Ini menggantikan enam knob konvensional di CDJ. Efek dilengkapi umpan balik haptik, sementara lampu menampilkan aliran beat secara langsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: