Jelang Ramadan 1447 H, Petani Berharap Harga Kopi Naik
Jelang Ramadan 1447 H, petani kopi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan berharap harga naik. -Hos-
Hal serupa disampaikan Junaidi (50). Ia menuturkan bahwa biaya perawatan kebun semakin tinggi, terutama untuk pupuk dan obat tanaman.
Jika harga jual tidak ikut meningkat, petani dikhawatirkan kesulitan menutup ongkos produksi.
“Biaya pupuk dan obat mahal, upah buruh panen juga naik. Kalau harga tetap seperti ini, tentu berat bagi kami. Mudah-mudahan menjelang puasa ada perubahan,” katanya.
Selain persoalan biaya, faktor cuaca turut memengaruhi kualitas dan hasil panen. Curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini memaksa petani bekerja lebih ekstra agar biji kopi tetap terjaga mutunya dan sesuai standar pasar.
BACA JUGA:5 Makanan yang Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersama Kopi
BACA JUGA:Pengidap Asam Lambung Bolehkah Minum Kopi? Ini Penjelasan dan Tips Aman Menikmatinya
Para petani pun berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memantau pergerakan harga komoditas, khususnya kopi, serta memberikan dukungan konkret berupa pendampingan, bantuan sarana produksi, hingga perluasan akses pemasaran.
Pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan OKU Selatan menyatakan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan mutu pascapanen, serta membangun kemitraan agar harga jual lebih kompetitif.
Komoditas kopi sendiri menjadi salah satu andalan daerah tersebut. Ribuan kepala keluarga menggantungkan penghidupan pada sektor ini.
Dengan luasan lahan yang memadai dan kondisi geografis yang mendukung, kopi asal OKU Selatan dikenal memiliki karakter rasa yang khas.
BACA JUGA:Pelajar di OKU Diduga Mencuri Kopi Senilai Rp4 Juta Kini Ditangkap Polisi
BACA JUGA:Harga Kopi di OKU Selatan Stagnan, Pengepul Resah Tak Bisa Raup Untung
Menjelang Ramadan, kestabilan harga dan kelancaran distribusi hasil pertanian menjadi perhatian utama.
Kenaikan harga yang wajar dan berkelanjutan diharapkan mampu mendongkrak daya beli petani sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: