Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp33 Ribu

Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp33 Ribu

Harga elpiji 3 Kg tembus Rp33 ribu, warga Tanjung Durian mengeluh. -Istimewa-

“Kami minta ada pengawasan langsung dari pemerintah. Jangan sampai gas subsidi justru menyulitkan masyarakat kecil,” kata warga lainnya.

Masyarakat menduga tingginya harga di tingkat pengecer dipengaruhi oleh panjangnya rantai distribusi serta kemungkinan adanya praktik penjualan yang tidak sesuai ketentuan. 

Selain itu, keterbatasan pasokan di beberapa titik disebut turut memicu kenaikan harga.

Warga juga meminta agar penyaluran elpiji subsidi benar-benar tepat sasaran, sehingga tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.

BACA JUGA:Warga Desak Pemkab OKU Selatan Tertibkan Penyalahgunaan Elpiji 3 Kg

BACA JUGA:Gas Elpiji 3 Kg Langka Dua Hari Berturut-Turut

Menjelang Ramadan, kebutuhan elpiji diperkirakan akan semakin meningkat seiring bertambahnya aktivitas memasak. 

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir harga akan kembali melonjak dan semakin sulit dijangkau.

“Kami takut nanti saat Ramadan harganya makin tinggi. Semoga ada solusi cepat dari pemerintah,” ungkap seorang warga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai penyebab perbedaan harga elpiji 3 kg di Desa Tanjung Durian. 

Warga berharap adanya langkah konkret seperti inspeksi mendadak (sidak) ke pengecer serta evaluasi jalur distribusi agar harga gas subsidi tetap terkendali.

BACA JUGA:Gas Elpiji 3 Kg Langka Dua Hari Berturut-Turut

BACA JUGA:Warga Desak Pemkab OKU Selatan Tertibkan Penyalahgunaan Elpiji 3 Kg

Dengan pengawasan yang lebih ketat, masyarakat berharap harga elpiji 3 kg bisa kembali stabil sesuai ketentuan, sehingga beban ekonomi warga, khususnya kalangan menengah ke bawah, dapat ditekan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: