Resah! Pencurian Kopi hingga Sawit Marak di Muaradua
Pencurian kopi hingga sawit marak di Muaradua. -Istimewa-
Hal serupa juga dirasakan petani jagung dan pisang. Mereka kerap mendapati tanamannya telah dipanen orang tak dikenal.
Sebagian warga menduga pelaku merupakan orang yang sama dan cukup memahami kondisi wilayah serta waktu-waktu ketika kebun dalam keadaan sepi.
“Sepertinya pelakunya orang itu-itu saja. Mereka tahu kapan pemilik kebun lengah. Itu yang membuat kami semakin cemas,” kata warga lainnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat hidup dalam rasa waswas. Tidak sedikit petani yang memilih berjaga hingga larut malam, bahkan membangun pondok sederhana di kebun untuk bermalam demi mengamankan tanaman mereka.
BACA JUGA:Panen Perdana Sawit BUMDes di OKU, Bupati Teddy Tekankan Transparansi Dana Desa
BACA JUGA:Residivis Sawit Kembali Beraksi di OKU
Namun, upaya tersebut dinilai belum maksimal mengingat luasnya area perkebunan dan keterbatasan tenaga.
Dalam pernyataan mereka, warga juga mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya tindakan main hakim sendiri apabila persoalan ini terus dibiarkan.
Mereka berharap kondisi tersebut tidak terjadi dan meminta aparat segera mengambil langkah tegas.
Masyarakat mendesak peningkatan patroli rutin di lokasi-lokasi rawan serta koordinasi yang lebih intens antara pemerintah desa, kecamatan, dan pihak kepolisian guna membangun sistem keamanan lingkungan yang lebih efektif.
Warga menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan sekadar keluhan, melainkan harapan untuk kembali merasakan ketenangan saat bekerja mencari nafkah.
BACA JUGA:Panen Perdana Sawit BUMDes di OKU, Bupati Teddy Tekankan Transparansi Dana Desa
BACA JUGA:Panen Perdana Sawit BUMDes di OKU, Bupati Teddy Tekankan Transparansi Dana Desa
Mereka ingin mengelola kebun tanpa dihantui rasa takut kehilangan hasil panen.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan respons dan tindakan konkret dari pihak-pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: