Cegah Risiko Darurat di Sekolah, Guru Dibekali Ilmu First Aider

Cegah Risiko Darurat di Sekolah, Guru Dibekali Ilmu First Aider

Cegah risiko darurat di sekolah, guru MTsN 1 OKU Selatan dibekali ilmu First Aider. -Hos-

Para guru menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mengikuti simulasi sederhana yang diperagakan oleh petugas kesehatan. 

Hal ini mencerminkan kepedulian tenaga pendidik terhadap aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik.

BACA JUGA:Permudah Layanan, Puskesmas Muaradua Sosialisasikan Pendaftaran Online Mobile JKN

BACA JUGA: Deteksi Dini Penyakit, Puskesmas Muaradua Laksanakan Skrining Kesehatan di Lingkungan VII Kisau

Salah satu guru peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar serta menambah wawasan baru. 

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya masih terdapat keraguan dalam mengambil tindakan saat menghadapi kondisi darurat di sekolah.

Dengan adanya edukasi ini, para guru merasa lebih percaya diri dan memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. 

Pengetahuan tersebut dinilai sangat membantu dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 OKU Selatan, Drs. Veri Yulianto, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Muaradua atas terselenggaranya kegiatan edukasi tersebut. 

BACA JUGA:Puskesmas Muaradua Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Siswa SMA

BACA JUGA:UPT Puskesmas Muaradua Optimalkan Pengendalian Infeksi Demi Keselamatan Pasien

Ia menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, sehat, dan responsif terhadap kondisi darurat.

Menurutnya, dengan bekal pengetahuan pertolongan pertama, para guru dapat bertindak lebih sigap sehingga risiko kejadian yang lebih serius dapat diminimalkan. 

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan guna meningkatkan kompetensi guru dalam bidang kesehatan dan keselamatan.

Lebih lanjut, kegiatan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong terwujudnya sekolah yang sehat, aman, dan ramah anak. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: