Implementasi Kurikulum MBKM terhadap Pembelajaran Bahasa

Implementasi Kurikulum MBKM terhadap Pembelajaran Bahasa

Oleh Yunda Lestari Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM merupakan kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja Merdeka Belajar nbsp menurut Nadiem Anwar Makarim 2020 Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi adalah memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai Kurikulum MBKM ini diperkenalkan Menteri Nadiem pada awal tahun 2020 dengan harapan dapat lebih membuat mahasiswa merdeka dalam mengikuti perkuliahan Hal ini sejalan dengan program program yang ditawarkan dalam kurikulum MBKM Program tersebut antara lain adalah ertukaran Pelajar asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan studi proyek independen kegiatan wirausaha membangun desa KKN Tematik magang praktik kerja penelitian riset dan proyek kemanusiaan Berdasarkan delapan program MBKM tersebut mahasiswa diharapkan dapat lebih dibekali untuk mencermati situasi dan tantangan dunia kerja secara nyata ketika mereka menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Menteri Nadiem bahwa pada saat kelulusan di Perguruan Tinggi program MBKM ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang telah siap kerja dan bukan mencetak pengangguran baru Kebijakan MBKM adalah memberikan hak belajar kepada mahasiswa baik program sarjana atau sarjana terapan di luar program studi selama tiga semester Hal ini selaras dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi bahwa Perguruan Tinggi wajib memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil SKS diluar Perguruan Tinggi sebanyak 2 semester atau setara dengan 40 SKS dan dapat mengambil SKS di Prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester atau setara dengan 20 SKS Lalu bagaimana implementasinya terutama dengan pembelajaran Bahasa Dari beberapa program MBKM yang ditawarkan terdapat beberapa program yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Diantaranya Program Pertukaran mahasiswa baik diluar kampus atau diluar Prodi dan program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan Sederhananya mahasiswa dapat mempelajari mata kuliah lain yang berhubungan dengan pembelajaran bahasa melalui program pertukaran mahasiswa diluar kampus Misalnya mahasiswa dari Kampus A dapat mempelajari mata kuliah English Drama dan English for Academic Purposes di kampus B sebaliknya mahasiswa dari kampus B dapat mempelajari mata kuliah Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing BIPA di kampus A Tujuan dari program ini di antaranya adalah untuk memperluas wawasan serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan nbsp ilmu pengetahuan yang telah mereka dapatkan di bangku kuliah dan memahami tentang dunia kerja secara profesional Selain itu terdapat juga program MBKM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dapat diimplementasikan terhadap pembelajaran bahasa maupun praktik pengajarannya yaitu program Kampus Mengajar Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas diluar kelas perkuliahan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020 Mahasiswa dapat langsung mempraktikkan ilmu pengetahuan yang telah mereka kuasai di bangku kuliah terhadap dunia mengajar yang sebenarnya melalui program Kampus Mengajar Melalui program ini mahasiswa dapat menjadi mitra guru dalam proses pembelajaran pada tingkat SD dan SMP selama satu semester Tujuan dari program ini adalah mahasiswa diharapkan dapat mendapatkan keterampilan yang akan berguna baik dalam kehidupan personal maupun professional Dalam implementasinya terhadap pembelajaran Bahasa program Kampus Mengajar ini dapat memberikan kontribusi kepada siswa siswa SD maupun SMP terutama yang berada di desa desa tertinggal Selanjutnya para siswa tersebut mendapatkan pembelajaran bahasa dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah mengikuti dan berhasil lolos seleksi pada program tersebut Tentunya hal ini sangat bermanfaat baik kepada pihak sekolah maupun dari mahasiswa mahasiswi yang mengikuti program tersebut Namun apa kemudian pandangan yang berkembang dari para dosen maupun mahasiswa yang nbsp sedang ataupun telah melaksanakan program program dari MBKM tersebut Terutama pada implementasi MBKM terhadap pembelajaran Bahasa Mayoritas Dosen maupun mahasiswa yang sedang mengikuti program Kampus Mengajar menilai positif program tersebut Namun terdapat juga beberapa perbedaan persepsi pada pelaksanaannya Misalnya terdapat perbedaan persepsi pada implementasi program Kampus Mengajar Perbedaan persepsi tersebut seperti diungkapkan oleh salah satu dosen pembimbing lapangan Kampus Mengajar Angkatan II Dr Yentri Anggeraini M Pd dari Universitas Baturaja muncul pada konteks bahwa setiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda pada konversi mata kuliah maka terdapat perbedaan persepsi mengenai konversi mata kuliah yang diakui Sehingga ada beberapa mahasiswa yang masih harus membagi jadwal antara kuliah dan kegiatan Kampus Mengajar Selain itu terdapat juga kendala teknis dalam penginputan laporan yang diwajibkan pada peserta Kampus Mengajar hal ini dikarenakan servernya sering down ungkap Yentri Namun tanggapan positif juga disampaikan oleh salah satu peserta Kampus Mengajar Angkatan II dari Universitas Muhammadiyah Palembang Muhammad Ilham Hakim Hakim menyebutkan bahwa dengan adanya Program Kampus mengajar ini mahasiswa tidak hanya mengajar tetapi juga belajar Sebagai mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Inggris Hakim dapat membagikam ilmu pengetahuan yang didapatnya di bangku kuliah sekaligus belajar bagaimana menghadapi kelas sesungguhnya dan menghadapi tantangan mengajar Bahasa Inggris di sekolah di desa desa terpencil Tanggapan positif lainnya juga disampaikan oleh I Kadek Bella Santika peserta Kampus mengajar Angkatan II dari Universitas Sriwijaya Menurut Kadek keuntungan yan dapat didapatkan sekolah adalah dapat menerima bantuan dari segi numerasi literasi adaptasi teknologi hingga administrasi sekolah dari mahasiswa yang berkompeten Sedangkan bagi mahasiswa tentunya memberikan pengalaman yang luar biasa karena sebelum terjun ke dunia kerja mahasiswa sudah mengetahui bagaimana situasi yang ada di lapangan Titik simpulnya bahwa banyak sekali manfaat yang didapatkan dari program program MBKM yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran maupun pengajaran bahasa Dari delapan program MBKM pertukaran mahasiswa dan asistensi mengajar di satuan pendidikan dalam hal ini program Kampus Merdeka sejauh ini membawa banyak keuntungan dan manfaat baik bagi mahasiswa peserta didik maupun pihak sekolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: