Makan Pedas Saat Berbuka: Kenikmatan Sesaat yang Bisa Mengganggu Lambung

Makan Pedas Saat Berbuka: Kenikmatan Sesaat yang Bisa Mengganggu Lambung

Ilustrasi Makan Pedas Saat Berbuka -freepik-

OKES. NEWS- Setelah seharian berpuasa, rasa lapar yang muncul sering kali membuat seseorang ingin segera menyantap makanan yang kuat rasanya, termasuk makanan pedas. Sensasi pedas memang bisa meningkatkan selera makan, tetapi kondisi perut yang masih kosong membuat sistem pencernaan berada dalam keadaan sensitif.

Inilah alasan mengapa konsumsi makanan pedas saat berbuka sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan, terutama jika kamu memiliki riwayat gangguan lambung.

Ketika perut kosong, produksi asam lambung cenderung meningkat sebagai respons alami tubuh. Makanan pedas dapat memperparah kondisi tersebut karena merangsang produksi asam lebih banyak.

Akibatnya, muncul sensasi panas di dada, perut terasa perih, atau bahkan mual. Pada sebagian orang, kondisi ini juga disertai rasa pahit di mulut dan sering bersendawa.

BACA JUGA:Bibir Pecah-Pecah Saat Puasa: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

BACA JUGA:Hukum Potong Kuku Saat Puasa Ramadhan

Jika kebiasaan ini dilakukan berulang, lapisan pelindung lambung bisa mengalami iritasi. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memicu peradangan pada lambung yang menyebabkan nyeri ulu hati atau rasa tidak nyaman setelah makan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa berbuka bukan hanya soal memuaskan rasa lapar, tetapi juga memberi kesempatan tubuh beradaptasi kembali setelah berpuasa.

Cara terbaik untuk memulai berbuka adalah dengan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti air putih, kurma, atau sup hangat. Setelah itu, beri jeda sebelum mengonsumsi makanan utama. Pendekatan bertahap ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan lambung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: