Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, Sinyal Kebangkitan Sepak Bola Indonesia di Eropa
Maarten Paes ke Ajax Amsterdam jadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia.-Instagram @maartenpaes-
OKES.NEWS - Bergabungnya Maarten Paes, kiper andalan Timnas Indonesia, dengan klub elite Belanda Ajax Amsterdam bukanlah sekadar perpindahan pemain antar klub. Lebih dari itu, langkah ini menjadi penanda fase baru bagi kebangkitan sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Kabar kepindahan Paes mencuat setelah jurnalis transfer ternama dunia, Fabrizio Romano, mengungkapkannya melalui media sosial. Informasi tersebut langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional dan memicu antusiasme besar di Tanah Air.
Berdasarkan laporan media Belanda Voetbal Primeur, Ajax Amsterdam dan Maarten Paes disebut telah mencapai kesepakatan kontrak dengan durasi sekitar tiga setengah tahun. Jika terealisasi, transfer ini akan menjadi lompatan signifikan dalam karier Paes sekaligus membawa nilai simbolik bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Proses ini juga tak terlepas dari kuatnya jejaring di dunia sepak bola internasional. Salah satu figur penting adalah Jordi Cruyff yang kini menjabat Direktur Teknik Ajax, sosok yang sebelumnya pernah berperan sebagai penasihat teknis PSSI. Selain itu, ada Denny Landzaat, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert, yang saat ini menjadi asisten pelatih kepala Ajax.
Keterlibatan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman langsung dengan sepak bola Indonesia menunjukkan bahwa koneksi yang tepat dapat membuka jalan besar, tentu dengan syarat pemain yang bersangkutan memiliki kualitas yang memadai.
Situasi ini mengingatkan pada kisah Asnawi Mangkualam yang sukses berkarier di Liga Korea Selatan. Rekomendasi mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menjadi pintu awal, namun Asnawi membuktikannya melalui performa konsisten di lapangan.
Dari sisi teknis, kesempatan bermain di Eredivisie bersama Ajax akan memberikan keuntungan besar bagi Paes maupun Timnas Indonesia. Di level tim nasional, Paes harus bersaing dengan Emil Audero, kiper yang berkiprah di Serie A Italia—kompetisi dengan intensitas dan kualitas tinggi.
Jika Paes masih berkarier di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas, pilihan pelatih yang cenderung mengutamakan Audero dapat dipahami. Namun, apabila Paes tampil reguler di liga Belanda dan membela klub sekelas Ajax yang rutin berlaga di kompetisi Eropa, persaingan menuju posisi kiper utama Timnas Indonesia akan menjadi lebih seimbang dan objektif.
Dari sudut pandang Ajax, kebutuhan akan penjaga gawang baru memang cukup mendesak. Beberapa kiper mereka saat ini telah berusia senior, bahkan ada yang melampaui usia 40 tahun, sementara sejumlah lainnya berstatus pemain pinjaman yang masa kontraknya telah berakhir. Paes diproyeksikan menjadi bagian dari proses regenerasi, meski Ajax dikabarkan masih berencana mendatangkan satu kiper tambahan.
Lebih dari sekadar kebutuhan teknis, kepindahan Paes ke Ajax membawa dampak simbolik yang kuat. Pelatih asal Indonesia yang kini berkarier di FC Abdysh-Ata, Liga Kirgistan, Yusuf “Yoyo” Prasetio, menilai bahwa sepak bola Indonesia hingga kini belum sepenuhnya dipandang sebagai kekuatan penting, baik di kawasan Asia Tengah maupun Eropa.
Nama Indonesia masih jarang diperbincangkan dalam peta sepak bola global dan belum benar-benar masuk radar dunia, meskipun Timnas sempat berada di ambang kelolosan ke Piala Dunia. Fakta tersebut menunjukkan bahwa prestasi saja belum cukup untuk mengubah persepsi internasional.
Oleh sebab itu, kehadiran pemain Timnas Indonesia di klub besar Eropa seperti Ajax diyakini mampu membuka sudut pandang baru bahwa Indonesia layak diperhitungkan dalam percaturan sepak bola dunia.
Menariknya, perhatian publik di dalam negeri sering kali hanya tertuju pada pemain, sementara pelatih lokal yang berkiprah di luar negeri kurang mendapatkan sorotan. Padahal, pemain berkualitas lahir dari sistem pembinaan yang baik dan peran pelatih yang kompeten.
Jika pemain Indonesia didorong untuk menembus kompetisi luar negeri, maka pelatih Tanah Air pun seharusnya memperoleh dukungan serupa untuk berkarier di level internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: